Taliban Bantah Dalangi Serangan Bom Acara Maulid Nabi di Kabul

Rabu, 21 November 2018 - 23:26 WIB
Taliban Bantah Dalangi...
Taliban Bantah Dalangi Serangan Bom Acara Maulid Nabi di Kabul
A A A
KABUL - Taliban membantah menjadi dalang aksi bom bunuh diri di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, yang menewaskan sedikitnya 55 orang. Seorang pelaku bom bunuh diri menyelinap ke sebuah aula tempat ratusan ulama berkumpul untuk menandai hari kelahiran Nabi Muhammad.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan pada Selasa malam, kelompoknya mengecam serangan apapun terhadap warga sipil atau ulama agama seperti dikutip dari AP, Rabu (21/11/2018).

Serangan yang terjadi pada hari Selasa kemarin itu menargetkan ratusan ulama yang tengah berkumpul di sebuah aula di Kabul. Serangan ini mempunyai ciri-ciri serangan oleh afialisi ISIS setempat, yang telah menargetkan kaum minoritas Syiah serta pendukung Amerika Serikat (AS).

Juru bicara Departemen Kesehatan Umum Afghanistan, Wahid Majroh mengatakan, 55 orang tewas dan 94 lainnya terluka dalam serangan itu, memperbarui jumlah korban sebelumnya.

Kelompok afiliasi ISIS sebelumnya mengklaim bom bunuh diri pada bulan Juni lalu yang menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 20 lainnya pada pertemuan ulama top di Ibu Kota. Badan para pemimpin agama, yang dikenal sebagai Dewan Ulama Afghanistan, telah mengeluarkan dekrit terhadap serangan bunuh diri dan menyerukan pembicaraan damai. ISIS mengatakan pihaknya telah menargetkan "ulama tiran" yang berpihak pada pemerintah yang didukung AS.

Taliban membantah terlibat dalam serangan tersebut tetapi mereka juga mengecam pertemuan itu.

Pasukan keamanan Afghanistan telah berjuang untuk memerangi pemberontakan kembar sejak AS dan NATO secara resmi mengakhiri misi tempur mereka pada tahun 2014, bergeser ke dukungan dan peran kontraterorisme. Keputusan Presiden Donald Trump tahun lalu untuk mengirim pasukan tambahan AS telah memiliki sedikit dampak di lapangan.

Baik Taliban dan afiliasi ISIS ingin menggulingkan pemerintah Afghanistan dan memaksakan bentuk pemerintahan Islam yang keras. Tetapi mereka sangat terbagi atas kepemimpinan, ideologi, dan taktik. Taliban terutama menargetkan pasukan keamanan dan pejabat pemerintah, sementara IS mengkhususkan diri dalam serangan sektarian terhadap warga sipil.
(ian)
Berita Terkait
Gubernur Perempuan Afghanistan...
Gubernur Perempuan Afghanistan Dilaporkan Ditangkap Taliban
Potret Anak-anak Anggota...
Potret Anak-anak Anggota Taliban Tenteng Senjata di Tengah Salju
Tokoh Senior Taliban...
Tokoh Senior Taliban Tiba di Afghanistan dari Tempat Pengasingan
Drama Evakuasi Timnas...
Drama Evakuasi Timnas Bola Wanita Afghanistan Menghindar dari Taliban
Hidup Afghanistan, Kibarkan...
'Hidup Afghanistan', Kibarkan Bendera Nasional Warga Afghanistan Menentang Taliban
Taliban Kuasai Kabul,...
Taliban Kuasai Kabul, Ribuan Warga Afghanistan Serbu Bandara untuk Melarikan Diri
Berita Terkini
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
24 menit yang lalu
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
9 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
11 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
12 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved