Jerman Terapkan Larangan Bepergian bagi Pembunuh Khasoggi

Senin, 19 November 2018 - 20:29 WIB
Jerman Terapkan Larangan...
Jerman Terapkan Larangan Bepergian bagi Pembunuh Khasoggi
A A A
BERLIN - Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas menyatakan, pihaknya akan menerapkan larangan bepergian bagi 18 warga Arab Saudi yang dicurigai terlibat dalam kematian Jamal Khashoggi. Ke 18 orang ini tidak akan diizinkan untuk memasuki Jerman lewat jalur manapun.

Dalam sebuah pernyataan, Maas menuturkan, dia sudah berkonsultasi dengan Menteri Luar Negeri Inggris dan Prancis sebelum mengumumkan keputusan tersebut.

"Jerman akan melarang 18 warga Saudi yang diduga terlibat dalam pembunuhan jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi memasuki negara kami," kata Maas di sela-sela pertemuan Uni Eropa (UE) di Brussel, seperti dilansir DW pada Senin (19/11).

"Kami masih memiliki lebih banyak pertanyaan daripada jawaban dalam kasus Khashoggi. Saya telah membahas keputusan itu dengan Inggris dan Prancis sebelum Mengumumkannya," sambungnya.

Maas menolak menyebutkan identitas 18 warga Saudi tersebut. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan, undang-undang privasi Jerman melarangnya menyebutkan nama ke 18 orang itu.

Sebelumnya, UE mendesak Arab Saudi untuk memberikan penjelasan lengkap mengenai pemubunuhan Jamal Khashoggi. Desakan itu tertuang dalam pernyataan bersama yang ditandatangani oleh 28 negara anggota UE.

Menteri Luar Negeri UE, Frederica Mogherini yang membacakan pernyataan itu menuturkan, UE menyambut baik pengumuman yang dibuat Saudi pada pertengahan pekan lalu. Namun, pengumuman itu tidak sepenuhnya menjelaskan apa yang terjadi pada Khashoggi.

"UE mencatat pengumuman oleh pihak berwenang Saudi pada 15 November tentang perkembangan terbaru dalam penyelidikan mereka, namun kebutuhan untuk menjelaskan kejelasan tentang keadaan seputar kejahatan yang menghebohkan ini serta untuk memastikan akuntabilitas bagi semua yang bertanggung jawab untuk itu tetap ada," ucap Mogherini.
(esn)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
57 menit yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
2 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
3 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
4 jam yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
5 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved