Dubes Saudi Belum Bisa Pastikan Pemberian Notifikasi Hukuman Mati
Selasa, 13 November 2018 - 17:59 WIB
Dubes Saudi Belum Bisa Pastikan Pemberian Notifikasi Hukuman Mati
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi mengatakan, dia belum bisa memberikan kepastian apakah pihaknya akan memberikan notifikasi kepada pemerintah Indonesia, jika ada warga negara Indonesia (WNI) yang akan dieksekusi mati.
Seperti diketahui, Saudi selama ini tidak pernah sekalipun memberikan notifikasi jika mereka akan melakukan eksekusi mati terhadap WNI atau warga negara lainnya. Tidak adanya notifikasi ini mendapat protes keras dari pemerintah Indonesia.
Osama menyatakan, dia sampai saat ini masih menunggu informasi dari Riyadh, apakah pemerintah Indonesia akan diberikan notifikasi jika ada WNI yang dihukum mati.
"Berkaitan dengan notifikasi, memang merupakan suatu hak dari keluarga untuk menerima informasi terkait sanak familinya. Namun, saya sendiri terus menunggu informasi dari pemerintah saya terkait apakah kedutaan telah menerima notifikasi terkait masalah tersebut," ucap Osama pada Selasa (13/11).
Dia lalu menuturkan, masalah pemberian notifikai ini juga telah diangkat dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dengan Menteri Luar Negeri Saudi, Adel Jubeir di Jakarta, Oktober lalu. Namun, Osama sekali lagi menyatakan, dia juga masih menunggu informasi dari pemerintah pusat Saudi mengenai hal ini.
"Masalah tersebut pernah disinggung dan dibahas dengan Menlu Saudi saat berkunjung ke Indonesia. Kemudian kita terima nota dari pemerintah Indonesia yang meminta penjelasan terkait notifikasi, sampai saat ini kita masih menanti dari pihak Saudi," ungkapnya.
"Tapi, saya tekankan bahwa kasus-kasus yang berkaitan dengan hukuman mati tidak akan berpengaruh bagi hubungan baik kedua negara," ungkapnya.
Seperti diketahui, Saudi selama ini tidak pernah sekalipun memberikan notifikasi jika mereka akan melakukan eksekusi mati terhadap WNI atau warga negara lainnya. Tidak adanya notifikasi ini mendapat protes keras dari pemerintah Indonesia.
Osama menyatakan, dia sampai saat ini masih menunggu informasi dari Riyadh, apakah pemerintah Indonesia akan diberikan notifikasi jika ada WNI yang dihukum mati.
"Berkaitan dengan notifikasi, memang merupakan suatu hak dari keluarga untuk menerima informasi terkait sanak familinya. Namun, saya sendiri terus menunggu informasi dari pemerintah saya terkait apakah kedutaan telah menerima notifikasi terkait masalah tersebut," ucap Osama pada Selasa (13/11).
Dia lalu menuturkan, masalah pemberian notifikai ini juga telah diangkat dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dengan Menteri Luar Negeri Saudi, Adel Jubeir di Jakarta, Oktober lalu. Namun, Osama sekali lagi menyatakan, dia juga masih menunggu informasi dari pemerintah pusat Saudi mengenai hal ini.
"Masalah tersebut pernah disinggung dan dibahas dengan Menlu Saudi saat berkunjung ke Indonesia. Kemudian kita terima nota dari pemerintah Indonesia yang meminta penjelasan terkait notifikasi, sampai saat ini kita masih menanti dari pihak Saudi," ungkapnya.
"Tapi, saya tekankan bahwa kasus-kasus yang berkaitan dengan hukuman mati tidak akan berpengaruh bagi hubungan baik kedua negara," ungkapnya.
(esn)