Korut Batalkan Pembicaraan Tangan Kanan Kim Jong-un dan Pompeo

Jum'at, 09 November 2018 - 15:26 WIB
Korut Batalkan Pembicaraan...
Korut Batalkan Pembicaraan Tangan Kanan Kim Jong-un dan Pompeo
A A A
NEW YORK - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Nikki Haley mengatakan Korea Utara (Korut) membatalkan pembicaraan denuklirisasi antara Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo dan seorang pejabat senior Korea Utara.

Kendati demikian, Haley memastikan pertemuan antara kedua pemimpin negara, yakni Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un masih bisa berlangsung setelah 1 Januari 2019.

"Saya rasa tidak ada masalah besar untuk penundaan itu," katanya. "Saya telah berbicara dengan pemerintah dan pada dasarnya apa yang kami lihat adalah mereka menunda karena mereka belum siap," ujarnya, seperti dikutip Fox News, Jumat (9/11/2018).

Pejabat senior Korut yang semestinya bertemu Pompeo adalah Kim Yong Chol. Dia selama ini dianggap sebagai tangan kanan Kim Jong-un.

Pompeo dan Kim Yong Chol seharusnya bertemu di New York pada hari Kamis waktu setempat untuk membahas komitmen Pyongyang untuk melucuti senjata nuklirnya dan mengatur pertemuan puncak kedua antara Presiden Trump dan Kim Jong-un.

"Saya pikir pembicaraan akan dijadwalkan ulang," kata Haley tentang pertemuan Pompeo-Kim Yong Chol. "Dan itu tidak mengubah fakta bahwa pertemuan puncak itu masih dijadwalkan untuk presiden dan Kim yang akan bertemu setelah tahun pertama."

Haley berbicara kepada para wartawan menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB yang diminta Rusia untuk membahas pengecualian dari sanksi AS terhadap Korea Utara.

"Kami telah memberi banyak 'wortel' hingga sekarang," katanya, menunjuk pertemuan puncak Kim-Trump di Singapura dan pertemuan lanjutan serta menghentikan latihan militer AS dan Korea Selatan.

Meskipun belum ada uji coba senjata nuklir atau rudal balistik oleh Korea Utara, Haley mengatakan pemerintah Pyongyang belum mengizinkan inspektur masuk ke fasilitas nuklir dan rudalnya.

"Kami tidak akan menyingkirkan 'tongkat' itu karena mereka belum melakukan apa pun untuk menjamin penghilangan sanksi," kata Haley.

Haley menuduh Rusia berusaha mendapatkan poin "brownies" dengan Korea Utara. "Saya pikir mereka juga hanya mencoba untuk terus maju dan berbicara tentang pencabutan sanksi karena mereka sudah curang," ujarnya.

Dia menuduh Rusia membuka pintu masuk bagi para pekerja Korea Utara dan menyediakan Pyongyang dengan minyak mentah, yang merupakan pelanggaran sanksi PBB. "Kami tahu mereka telah melakukan beberapa hal dengan aspek keuangan," imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Buka Kemungkinan...
Trump Buka Kemungkinan Kembali Bertemu dengan Kim Jong-un
Berita Terkini
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
1 jam yang lalu
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
2 jam yang lalu
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
3 jam yang lalu
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
4 jam yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
5 jam yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
8 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved