Sebut Serangan Keji, Trump Kutuk Penembakan di Sinagog Pittsburgh

Minggu, 28 Oktober 2018 - 16:23 WIB
Sebut Serangan Keji,...
Sebut Serangan Keji, Trump Kutuk Penembakan di Sinagog Pittsburgh
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengutuk aksi penembakan di sebuah sinagog di kota Pittsburgh. Ia menyebut serangan itu sebagai tindakan pembunuhan massal antisemit yang keji.

Berbicara pada konvensi Masa Depan Petani Amerika di Indianapolis, Trump menyatakan aksi penembakan itu adalah sebuah kejahatan murni dan sulit dipercaya. Trump menambahkan bahwa antisemit harus dihadapi di mana saja dan di mana saja ia muncul.

"Ini adalah hal yang sangat, sangat mengerikan apa yang terjadi dengan kebencian di negara kita dan terus terang di seluruh dunia, dan sesuatu harus dilakukan," ujar Trump seperti dikutip dari Independent, Minggu (28/10/2018).

Peristiwa penembakan massal ini dilakukan hanya 10 hari sebelum pemilu sela yang sengit yang telah memecah AS dan membuat orang Amerika terperangah. Selain itu, aksi ini terjadi hanya berselang beberapa hari pasca teror paket bom pipa yang dikirim ke para kritikus Trump.

Serangan sinagoge ini setidaknya merupakan penembakan besar ketiga di sebuah rumah ibadat dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, seorang pria bersenjata membunuh 26 orang di sebuah gereja di Sutherland Springs, Texas, tahun lalu dan seorang pengikut supremasi kulit putih menewaskan sembilan orang di sebuah gereja di Charleston, Carolina Selatan pada tahun 2015.

Namun Mr Trump mengatakan sebelum perjalanannya ke Indianapolis bahwa penembakan itu adalah hal yang harus dilakukan oleh undang-undang senjata AS.

Ketika ditanya oleh wartawan apakah dia harus meninjau kembali undang-undang senjata, Trump mengatakan: “Ini tidak ada hubungannya dengan itu. Jika mereka memiliki perlindungan di dalam, hasilnya akan jauh lebih baik."

Trump lantas menyarankan bahwa semua rumah ibadah harus memiliki penjaga bersenjata, meskipun dia mengatakan dia "membenci" untuk mengatakannya.

Trump juga menyerukan hukuman mati yang lebih ketat atas penembakan massal seperti ini, dan hukuman seperti itu harus dilakukan lebih cepat.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
5 menit yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
1 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
2 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
3 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
4 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved