Takut Tak Cukup Lawan Musuh, China Ingin Senjata Nuklirnya Banyak

Jum'at, 26 Oktober 2018 - 09:36 WIB
Takut Tak Cukup Lawan...
Takut Tak Cukup Lawan Musuh, China Ingin Senjata Nuklirnya Banyak
A A A
BEIJING - Sebuah laporan baru yang dirilis Carnegie-Tsinghua Center for Global Policy menunjukkan bahwa China sedang berupaya membangun persenjataan nuklirnya. Menurut laporan itu, Beijing takut stok senjata nuklirnya tak cukup untuk melawan musuh asing.

Tong Zhao, seorang peneliti di lembaga itu, mengindikasikan Beijing menginginkan lebih banyak kapal selam bersenjata nuklir.

"Senjata nuklir yang lebih banyak dan lebih baik untuk menunjukkan bahwa (negara) ini masih bisa menyerang balik jika diserang," katanya.

"Ketakutan mereka terutama karena tantangan baru dari teknologi non-nuklir yang muncul, seperti pertahanan rudal dan senjata tempur presisi konvensional," lanjut Zhao.

"Para ahli Cina khawatir senjata konvensional negara lain sekarang cukup canggih untuk membahayakan senjata nuklir China, jika negara lain menyerang lebih dulu," imbuh Zhao.

Keprihatinan yang ditunjukkan oleh Zhao muncul setelah beberapa peneliti Amerika Serikat mencatat bahwa AS memiliki potensi teknologi untuk dengan mudah melenyapkan China atau bahkan Rusia jika Washington memutuskan ingin melakukannya.

"Mengingat penelitian semacam itu, Beijing semakin tidak nyaman dan ingin membuat kekuatan nuklirnya lebih kuat, lebih beragam dan lebih berteknologi tinggi," lanjut laporan Zhao yang dilansir Sputnik, Jumat (26/10/2018).

Adapun berapa banyak kapal selam nuklir China yang ingin ada di armadanya, tidak jelas. Meski demikian, menuru laporan Zhao, aturan praktisnya adalah memiliki empat unit, sehingga salah satunya dapat dapat disebarkan setiap saat ketika yang lainnya sedang menjalani perawatan rutin.

Jika China ingin memiliki setidaknya dua unit di laut, total delapan kapal selam harus dibangun berdasarkan aturan itu.

Dengan sekitar 186 hulu ledak nuklir berbasis darat yang sudah ada di gudang senjata China, proses pembuatan kapal selam nuklir tidak akan sesederhana seperti mendaur ulang hulu ledak yang sudah dimilikinya.

"Ini karena rudal-rudal berbasis darat masih merupakan komponen terpenting dari penangkal nuklir China," papar Zhao.

Lembaga itu merilis laporannya pada hari yang sama ketika Presiden AS Donald Trump bersumpah untuk membangun persenjataan nuklirnya. "Kami memiliki lebih banyak uang daripada orang lain, sejauh ini. Kami akan membangunnya," kata Trump.

Pernyataan Trump dibuat setelah dia menuduh Rusia melanggar perjanjian senjata nuklir bernama Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) tahun 1987. Perjanjian ini dibuat untuk melenyapkan rudal nuklir dan konvensional dengan jarak jangkauan antara 500 kilometer hingga 5.000 kilometer.

Moskow telah berulang kali membantah melakukan pelanggaran semacam itu.

"Ini ancaman bagi siapa pun yang Anda inginkan," kata Trump. "Dan itu termasuk China, dan itu termasuk Rusia, dan itu termasuk orang lain yang ingin memainkan permainan itu. Anda tidak bisa melakukan itu. Anda tidak bisa memainkan permainan itu itu dengan saya."

Menurut laporan "SIPRI Yearbook 2018: Armaments, Disarmament and International Security", China memiliki 280 hulu ledak nuklir, jumlah yang cukup rendah jika dibandingkan dengan kepemilikan Amerika Serikat yang mencapai 6.450 hulu ledak dan Rusia, yang memiliki sekitar 6.850 hulu ledak nuklir.
(mas)
Berita Terkait
China: Amerika Serikat...
China: Amerika Serikat Ancaman Nuklir Utama di Dunia!
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
3 Negara BRICS yang...
3 Negara BRICS yang Bersenjata Nuklir, Salah Satunya Ungguli Amerika Serikat
Begini Perbandingan...
Begini Perbandingan Senjata Nuklir Rusia dan Amerika Serikat
China: Pemerasan Nuklir...
China: Pemerasan Nuklir oleh Amerika Serikat akan Gagal
Rusia Tak akan Paksa...
Rusia Tak akan Paksa China Gabung Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir
Berita Terkini
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
39 menit yang lalu
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
1 jam yang lalu
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
1 jam yang lalu
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
2 jam yang lalu
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
2 jam yang lalu
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
2 jam yang lalu
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved