Iran: Kecanduan AS Terhadap Sanksi Tidak Terkendali

Kamis, 18 Oktober 2018 - 11:44 WIB
Iran: Kecanduan AS Terhadap...
Iran: Kecanduan AS Terhadap Sanksi Tidak Terkendali
A A A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengecam sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap negaranya. Ia mengatakan AS menunjukkan pengabaian terhadap hak asasi manusia semua warga Iran.

“Sanksi terbaru AS melanggar 2 perintah ICJ: untuk tidak menghalangi perdagangan kemanusiaan & tidak memperburuk perselisihan. Mengabaikan mengabaikan aturan hukum & hak asasi manusia seluruh orang. AS melarang permusuhan rezim terhadap orang-orang Iran yang meningkat karena kecanduan sanksi,” kata Zarif dalam sebuah postingan di Twitter, mengacu pada Pengadilan Internasional.

"Kecanduan AS terhadap sanksi tidak terkendali," tambahnya seperti dikutip dari Arutz Sheva, Kamis (18/10/2018).

Komentar Zarif ini datang sehari setelah Departemen Keuangan AS menyetujui menjatuhkan sanksi kepada dua bank Iran dan beberapa perusahaan yang dikatakan terkait dengan milisi Basij Iran.

Sanksi-sanksi tersebut adalah yang terbaru diberlakukan oleh Washington terhadap Teheran sejak Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara dunia pada bulan Mei lalu.

Pada bulan Agustus, Trump menandatangani perintah eksekutif secara resmi mengembalikan sanksi AS terhadap Iran. Sanksi tambahan AS yang menargetkan industri minyak dan industri pengiriman Iran akan mulai berlaku pada 4 November mendatang.

Dua minggu lalu, AS merobek " Perjanjian Amity " tahun 1955 antara Washington dan Teheran setelah ICJ memerintahkan Amerika Serikat untuk meringankan sanksi yang diberlakukan kembali oleh Trump setelah ia menarik diri dari kesepakatan 2015.

Baca: Mahkamah Pidana Internasional Desak AS Cabut Sanksi Terhadap Iran

Dalam kasus terpisah, Iran mengajukan keluhan kepada ICJ pada Juni 2016 atas putusan Mahkamah Agung AS bahwa hampir USD2 miliar aset yang dibekukan di Amerika Serikat akan dipulihkan sebagai kompensasi bagi keluarga korban serangan teroris yang terkait dengan Republik Islam. Iran mengklaim putusan itu melanggar perjanjian 1955 yang sama.

AS pekan lalu menuduh Teheran memiliki "tangan tidak bersih" dan mengatakan "dukungan Iran untuk terorisme internasional", termasuk pemboman dan pembajakan pesawat, harus mengesampingkan kasusnya.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
4 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
5 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
6 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
8 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
9 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved