Raja Salman Perintahkan Investigasi Internal Soal Hilangnya Khashoggi

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:30 WIB
Raja Salman Perintahkan...
Raja Salman Perintahkan Investigasi Internal Soal Hilangnya Khashoggi
A A A
RIYADH - Pemimpin Arab Saudi, Raja Salman Bin Abdul Aziz al-Saud dilaporkan telah memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk melakukan penyelikan internal atas kasus hilangnya Jamal Khashoggi.

"Raja telah memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk membuka penyelidikan internal terhadap masalah Khashoggi berdasarkan info dari tim gabungan di Istanbul," kata seorang pejabat Saudi yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dilansir Sputnik pada Senin (15/10).

Sejumlah negara, termasuk Jerman, Prancis dan Inggris, telah menyatakan keprihatinan serius atas hilangnya jurnalis pengkritik Riyadh itu. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bahkan mengancam akan "menghukum" Riyadh jika terbukti berada di belakang dugaan pembunuhan Khashoggi.

Sementara itu, sebelumnya, mantan Direktur CIA, John Brennan ragu dengan klaim tak bersalah Saudi dalam dugaan pembunuhan Khashoggi. Menurutnya, bantahan Riyadh atas keterlibatannya dalam kasus ini tidak logis.

"Jika Khashoggi menghilang di Turki ketika dia berada di hotel atau tempat tinggal pribadi, saya pikir ada bantahan yang masuk akal di pihak pemerintah Saudi," kata Brennan, dalam wawancaranya dengan NBC.

"Namun, dia menghilang ketika ada bukti video bahwa dia berada di konsulat (Saudi). Bantahan mereka berdering, sangat berdering," ungkapnya.

Mantan bos intelijen Amerika ini mengaku tak bisa membayangkan bahwa dugaan pembunuhan dilakukan pada penduduk tetap AS yang menulis untuk The Washington Post di tanah asing dan di kantor misi diplomatik.

"Bahwa operasi semacam itu akan dijalankan oleh Saudi tanpa sepengetahuan dari pengambil keputusan harian Arab Saudi, yakni Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Saya pikir itu di luar realitas," ujar Brennan.

Brennan berpendapat bahwa penyelidikan menyeluruh atas insiden itu diperlukan. Menurutnya, setiap penuntutan terhadap para pejabat Saudi yang diduga terlibat pada akhirnya akan diserahkan kepada Raja Salman.
(esn)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
54 menit yang lalu
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
3 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
4 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
4 jam yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
6 jam yang lalu
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
7 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved