Trump Kesal Korsel Ogah Bayar Pengerahan Sistem Rudal THAAD

Kamis, 11 Oktober 2018 - 13:12 WIB
Trump Kesal Korsel Ogah...
Trump Kesal Korsel Ogah Bayar Pengerahan Sistem Rudal THAAD
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) menyampaikan kekesalannya pada Korea Selatan (Korsel) karena tidak mau membiayai pengerahan sistem pertahanan rudal di Semenanjung Korea. Washington mengerahkan dua unit sistem pertahanan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) saat aktivitas program senjata nuklir dan rudal Korea Utara meningkat.

Pengerahan dua unit senjata pertahanan AS itu dilakukan tahun lalu.

"Saya katakan, jadi biarkan saya mendapatkan ini, kami memiliki sistem yang sangat mahal dan kami dapat menembak jatuh roket yang ditembak dari Korea Utara ke Korea Selatan," kata Trump kepada audiens di Council Bluffs, Iowa, hari Selasa.

"Oke, jadi kami melindungi Korea Selatan, kan? Kenapa mereka tidak membayar?," ujarnya, seperti dikutip CNBC, Kamis (11/10/2018).

Trump mengaku telah meminta "jenderal tertentu" untuk membeberkan label harga THAAD dan diberitahukan ke Korea Selatan sebagai sekutu AS.

"Lalu saya berkata, baiklah, beri saya kabar buruk. Raytheon, beri saya kabar buruk. Berapa biayanya?," kata Trump mengacu pada perusahaan pertahanan yang memproduksi radar untuk THAAD. Sistem rudal THAAD itu sendiri dibuat oleh Lockheed Martin.

"'Tuan, USD1 miliar'," ujar Trump menirukan ucapan pihak yang memberitahu harga tersebut. "Whoa, whoa!. Jadi kami menempatkan sistem yang kami bayar dan itu akan menelan biaya satu miliar untuk melindungi negara yang sangat kaya (Korea Selatan) yang membuat semua televisi Anda, bukan?," papar Trump.

Selain melindungi kawasan itu, AS saat ini memiliki sekitar 28.500 tentara yang ditempatkan di Korea Selatan. Puluhan ribu tentara Amerika itu merupakan warisan Perang Korea yang dihentikan pada tahun 1953 dalam gencatan senjata tanpa perjanjian damai.

Angkatan Darat AS mempertahankan tujuh baterai THAAD dengan ditempatkan di Guam dan Korea Selatan.

THAAD, salah satu sistem rudal paling canggih di planet ini, dapat menargetkan dan menembakkan rudal yang masuk langsung dari langit atau wilayah udara terkait. Rudal yang ditembakkan sistem THAAD dilesatkan dari peluncur yang berbasis pada truknya.

Kerja peluncur rudal pada sistem THAAD menggunakan energi kinetik. Senjata ini jadi anadalan AS untuk menghadapi ancaman rudal balistik musuh.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Krisis...
Korea Selatan Krisis Politik, Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik
Wapres AS akan ke Korsel,...
Wapres AS akan ke Korsel, Korut Tembakan Rudal Balistik
Eks Penasihat Trump:...
Eks Penasihat Trump: Korea Utara Sekarang Lebih Berbahaya
AS Tanggapi Santai Peluncuran...
AS Tanggapi Santai Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara
Tanggapi Krisis Politik...
Tanggapi Krisis Politik Korea Selatan, Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Pertama Tahun 2025
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
1 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
5 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
6 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
9 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved