PBB: Gempa Sulteng Harus Jadi Pembelajaran Negara Asia-Pasifik

Jum'at, 05 Oktober 2018 - 21:35 WIB
PBB: Gempa Sulteng Harus...
PBB: Gempa Sulteng Harus Jadi Pembelajaran Negara Asia-Pasifik
A A A
NEW YORK - Badan Strategi Internasional untuk Pengurangan Bencana PBB (UNISDR) menyatakan, gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah, Indonesia, harus menjadi pembelajaran bagi negara-negara di kawasan Asian Pasifik.

Kepala regional UNISDR, Loretta Hieber Girardet menyatakan, pemerintah di Asia-Pasifik harus berbuat lebih banyak untuk memberdayakan masyarakat pesisir untuk melindungi diri mereka dari ancaman gempa bumi dan tsunami.

"Lokalisasi adalah pesan kunci di sini - memastikan bahwa pemimpin komunitas itu sendiri diberdayakan. Komunitas itu sendiri, dan setiap lapisan masyarakat, benar-benar perlu dilibatkan," ucap Girardet, seperti dilansir Reuters pada Jumat (5/10).

Menurut PBB, Indonesia telah menderita lebih banyak kematian akibat tsunami daripada negara lain, dan bencana di Sulawesi adalah tsunami fatal ke enam yang menyerang Indonesia sejak tsunami Samudra Hindia 2004.

Bulan lalu, Indonesia adalah salah satu dari 24 negara yang berbatasan dengan Samudera Hindia yang mengambil bagian dalam latihan tsunami berskala besar yang menyimulasikan dua gempa bumi berkekuatan 9.3. Latihan dua tahunan, yang melibatkan sekitar 150 ribu orang berfokus untuk melibatkan masyarakat pesisir lebih banyak dalam perencanaan tsunami.

Namun, meski demikian Girardet menyatakan, tsunami yang terjadi di Palu dan Dongala sangat tidak biasa dan dan tidak bisa disimulasikan.

"Gempa terakhir mungkin dipicu oleh tanah longsor bawah laut, bukan benturan, gerakan tanah vertikal yang menggantikan volume tinggi air laut dan paling sering terjadi dalam gempa bumi di kawasan itu. Bentuk teluk sempit juga membantu gelombang berkumpul dalam intensitas dan fokus di garis pantai. Masyarakat tidak siap," ucapnya.

Dia lalu mengatakan, saat ini langkah-langkah kesiapan termasuk mengidentifikasi infrastruktur yang paling berisiko dari bencana, retrofitting bangunan, membangun tempat penampungan darurat dan memastikan rute pelarian ditandai dengan baik harus dilakukan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.
(esn)
Berita Terkait
Kowani Hadiri Sidang...
Kowani Hadiri Sidang CSW ke-67 di Markas PBB
4 Tugas Berat Sekjen...
4 Tugas Berat Sekjen PBB, dari CEO hingga Penjaga Perdamaian
5 Syarat Menjadi Sekjen...
5 Syarat Menjadi Sekjen PBB, Salah Satunya Memiliki Jaringan dan Pergaulan Internasional
Siapa Saja Sekjen PBB...
Siapa Saja Sekjen PBB dari Masa ke Masa? 2 Orang Berasal dari Asia
Dinilai Sudah Tak Berfungsi,...
Dinilai Sudah Tak Berfungsi, Sekjen PBB Serukan Reformasi Lembaga Multilateral Dunia
Belum Bayar Iuran PBB,...
Belum Bayar Iuran PBB, Iran Terancam Kehilangan Hak Suara
Berita Terkini
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
55 menit yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
1 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
2 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
4 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
5 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
5 jam yang lalu
Infografis
10 Bandara InJourney...
10 Bandara InJourney Airports Terbaik di Asia Pasifik 2024!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved