Israel Sebut S-300 Rusia Tidak Mampu Lindungi Aset Iran di Suriah
Jum'at, 05 Oktober 2018 - 15:52 WIB
Israel Sebut S-300 Rusia Tidak Mampu Lindungi Aset Iran di Suriah
A
A
A
TEL AVIV - Seorang pejabat tinggi Israel mengatakan bahwa kehadiran militer Iran di Suriah masih rentan bahkan setelah Rusia menyediakan Damaskus dengan sistem pertahanan udara S-300 yang lebih canggih.
"Kami telah menjelaskan kepada Rusia di tingkat tertinggi dalam beberapa hari terakhir bahwa kami tidak tertarik untuk menghadapi Rusia atau Suriah," kata Menteri Kerjasama Regional Israel Tzachi Hanegbi.
"Semakin banyak orang Suriah memahami bahwa upaya kami tidak ditujukan kepada mereka, semakin baik bagi semua pihak," imbuhnya.
"Kami memiliki garis batas. Setiap penempatan militer Iran di Suriah merupakan ancaman bagi keamanan nasional kita," sambungnya.
"Kami akan menggunakan semua cara yang kami miliki untuk mencegah ekspansi (kehadiran militer Iran di Suriah)," kata Hanegbi.
"Dan saya yakin orang-orang Rusia memahami betapa pentingnya kebijakan ini bagi kami," tukasnya seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (5/10/2018).
Hanegbi melanjutkan untuk menegaskan bahwa pengiriman S-300 ke Suriah tidak akan mempengaruhi kemampuan angkatan udara Israel.
Jumat lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengumumkan bahwa negaranya telah mulai mengirimkan sistem pertahanan udara maju ke Suriah.
Pada bulan September, beberapa F-16 Israel memasuki wilayah udara Suriah dengan tujuan untuk menyerang target militer Suriah di provinsi Latakia barat laut.
Ketika sistem pertahanan udara S-200 Suriah menanggapi pelanggaran itu, pesawat militer Il-20 Rusia dihantam rudal, menghancurkan pesawat dan menewaskan semua 15 prajurit di pesawat.
Tak lama setelah itu, Moskow - menyalahkan Israel atas insiden itu - mengumumkan keputusannya untuk menyediakan Damaskus dengan sistem pertahanan S-300 yang lebih maju.
"Kami telah menjelaskan kepada Rusia di tingkat tertinggi dalam beberapa hari terakhir bahwa kami tidak tertarik untuk menghadapi Rusia atau Suriah," kata Menteri Kerjasama Regional Israel Tzachi Hanegbi.
"Semakin banyak orang Suriah memahami bahwa upaya kami tidak ditujukan kepada mereka, semakin baik bagi semua pihak," imbuhnya.
"Kami memiliki garis batas. Setiap penempatan militer Iran di Suriah merupakan ancaman bagi keamanan nasional kita," sambungnya.
"Kami akan menggunakan semua cara yang kami miliki untuk mencegah ekspansi (kehadiran militer Iran di Suriah)," kata Hanegbi.
"Dan saya yakin orang-orang Rusia memahami betapa pentingnya kebijakan ini bagi kami," tukasnya seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (5/10/2018).
Hanegbi melanjutkan untuk menegaskan bahwa pengiriman S-300 ke Suriah tidak akan mempengaruhi kemampuan angkatan udara Israel.
Jumat lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengumumkan bahwa negaranya telah mulai mengirimkan sistem pertahanan udara maju ke Suriah.
Pada bulan September, beberapa F-16 Israel memasuki wilayah udara Suriah dengan tujuan untuk menyerang target militer Suriah di provinsi Latakia barat laut.
Ketika sistem pertahanan udara S-200 Suriah menanggapi pelanggaran itu, pesawat militer Il-20 Rusia dihantam rudal, menghancurkan pesawat dan menewaskan semua 15 prajurit di pesawat.
Tak lama setelah itu, Moskow - menyalahkan Israel atas insiden itu - mengumumkan keputusannya untuk menyediakan Damaskus dengan sistem pertahanan S-300 yang lebih maju.
(ian)