Amazon Naikkan Gaji Minimum Jadi Rp226.000 per Jam

Kamis, 04 Oktober 2018 - 15:30 WIB
Amazon Naikkan Gaji...
Amazon Naikkan Gaji Minimum Jadi Rp226.000 per Jam
A A A
LOS ANGELES - Amazon.com Inc akan menaikkan gaji minimum menjadi USD15 (Rp226.000) per jam untuk para pegawai di Amerika Serikat (AS) mulai bulan depan. Langkah ini diambil setelah muncul berbagai kritik tentang buruknya gaji dan kondisi kerja di perusahaan bernilai terbesar kedua di dunia tersebut. Peningkatan gaji itu menempatkan gaji minimum Amazon di atas Walmart Inc dan Target Corp.Kenaikan itu sekitar USD3 dari gaji rata-rata pekerja non manajemen di gudang-gudang Amazon di AS. Amazon juga akan melobi untuk peningkatan gaji minimum federal dan mendorong para pesaing mengikuti langkah tersebut saat gerakan “Fight for Fifteen” mendorong remunerasi lebih tinggi.Tindakan Amazon ini dilakukan saat pengangguran di AS mencapai level terendah dalam dua dekade saat para perusahaan retailer dan pengiriman bersaing untuk ratusan ribu pekerja untuk musim belanja liburan yang penting. Beberapa perusahaan, termasuk United Parcel Service dan Macy’s, telah mengumumkan merekrut pegawai toko dan pengelola penjualan musim liburan dan pengiriman.“Kami mendengarkan para pengkritik kami, berpikir keras tentang apa yang kami ingin lakukan dan memutuskan kami ingin memimpin,” papar Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Jeff Bezos.“Kenaikan gaji itu efektif mulai bulan depan, yang akan berlaku pada lebih dari 250.000 pegawai Amazon di AS serta semua 100.000 pegawai musiman yang dipekerjakan di penjuru negeri saat musim liburan ini,” papar pernyataan Amazon.Direktur Eksekutif kelompok advokasi National Employment Law Project Christine Owens menjelaskan, seruan Amazon untuk perubahan di level federal merupakan langkah penting. “Gaji minimum federal USD7,25 merupakan gaji kemiskinan.Memiliki jumlah pegawai besar dan menguntungkan seperti Amazon bergabung melawan itu dapat membantu perjuangan itu,” papar dia. Amazon saat ini menjadi perusahaan terbesar kedua di dunia setelah Apple dengan nilai pasar bulan lalu mencapai level USD1 triliun.Saat ini Amazon memberikan gaji pada pegawainya sekitar USD11 per jam. Pengamat menyatakan kenaikan gaji itu akan bernilai sebesar USD1 miliar atau kurang per tahun, tapi akan tertutup dengan peningkatan USD20 pada biaya keanggotaan Prime.“Anda mendapat perusahaan yang tidak dapat menarik dan mempertahankan tenaga kerja karena tingkat gaji mereka di dasar skala gaji,” tutur Marc Wulfraat, presiden konsultan logistik MWPVL International, yang terus melacak operasi Amazon. “Ini Amazon bangun dan menghirup kopi,” ujar Wulfraat.
(don)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
1 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
1 jam yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
3 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
4 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
7 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved