Penasihat Presiden Trump: Saya Korban Kekerasan Seks

Senin, 01 Oktober 2018 - 11:40 WIB
Penasihat Presiden Trump:...
Penasihat Presiden Trump: Saya Korban Kekerasan Seks
A A A
WASHINGTON - Kellyanne Conway, penasihat untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengungkap bahwa dirinya adalah korban kekerasan seksual. Pengakuan ini muncul justru saat dia membela Brett Kavanaugh yang dicalonkan sebagai Ketua Mahkamah Agung namun dituduh melakukan serangan seksual di masa lalu.

Conway mengatakan perempuan yang bertahan dari pengalaman seperti dirinya harus didengar.

"Saya merasa sangat empatik, terus terang, untuk korban kekerasan seks, pelecehan seksual dan pemerkosaan," kata Conway kepada CNN pada hari Minggu yang dilansir Reuters, Senin (1/10/2018). Pejabat Gedung Putih itu tidak mengungkap siapa pelaku serangan seksual terhadap dirinya.

Pencalonan Kavanaugh sebagai Ketua Mahkamah Agung oleh Presiden Trump telah terganggu oleh klaim tiga wanita yang mengaku jadi korban serangan seks Kavanaugh.

"Saya korban kekerasan seksual," kata Conway. Pihak Gedung Putih belum bersedia menanggapi permintaan untuk berkomentar yang diajukan Reuters.

Skandal seks yang dituduhkan terhadap Kavanaugh itu membuat Presiden Donald Trump memerintahkan FBI untuk melakukan penyelidikan. Perintah Trump ini menyusul seruan serupa dari para anggota senat Republik moderat yang berwenang mengonfirmasi atau menyetujui pencalonan Kavanaugh.

Salah satu penuduh Kavanaugh, Christine Blasey Ford, merinci tuduhannya dalam kesaksian di hadapan panel Senat pada hari Kamis lalu. Menurut Ford, Kavanaugh melakukan serangan seks terhadapnya ketika keduanya menjadi pelajar di sekolah menengah pada 1980-an. Calon Ketua Mahkamah Agung AS itu telah menyangkal tuduhan dari Ford.

Tuduhan yang santer itulah yang menyebabkan korban kekerasan seksual lainnya muncul untuk menceritakan kisah mereka.

"Saya adalah korban kekerasan seksual. Saya tidak berharap Hakim Kavanaugh, atau Jake Tapper (jurnalis CNN), atau Jeff Flake (senator Republik), atau siapa pun, bertanggung jawab atas hal itu. Anda harus bertanggung jawab atas perilaku Anda sendiri," ujar Conway.

Tapper lantas menawarkan simpatinya. "Ini adalah pertama kalinya saya mendengar Anda berbicara tentang sesuatu yang pribadi seperti itu, dan saya minta maaf," katanya.

“Saya baru saja memilikinya,” jawab Conway. Tapper kemudian mencatat bahwa Conway terus bekerja untuk Trump, meskipun banyak tuduhan pelanggaran seksual telah diajukan terhadap Presiden AS tersebut.

Tapi, Conway, yang dalam wawancara berpendapat bahwa serangan seksual telah digunakan sebagai dalih untuk mengejar agenda politik, kembali ke tema awal.

“Jangan mencampurnya dengan ini, dan tentu saja jangan mencampurnya dengan apa yang terjadi pada saya," katanya yang tetap membela pemerintahan Trump.
(mas)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
6 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
7 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
9 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
10 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
11 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved