AS Tuan Rumah Pertemuan Menteri-menteri NATO Arab

Sabtu, 29 September 2018 - 03:25 WIB
AS Tuan Rumah Pertemuan...
AS Tuan Rumah Pertemuan Menteri-menteri NATO Arab
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menghidupkan kembali gagasan era Obama yaitu aliansi anti Iran negara-negara Teluk yang dikenal sebagai Aliansi Strategis Timur Tengah pada 2017. Aliansi ini dibentuk dalam upaya untuk menghentikan apa yang Washington dan sekutunya sebut sebagai "kegiatan memfitnah" Teheran di kawasan itu.

Departemen Luar Negeri merilis pernyataan singkat yang menegaskan bahwa Menteri Luar Negeri Mike Pompeo telah menjadi tuan rumah pertemuan menteri-menteri luar negeri yang berasal dari Bahrain, Mesir, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di sela-sela Sidang Umum PBB yang sedang berlangsung di New York City untuk mendorong maju dengan proyek tersebut.

"Semua peserta sepakat tentang perlunya untuk menghadapi ancaman dari Iran yang diarahkan ke wilayah itu dan Amerika Serikat," bunyi pernyataan itu.

"Menteri Luar Negeri Pompeo dan para menteri luar negeri mengadakan diskusi yang produktif mengenai pembentukan Aliansi Strategis Timur Tengah, yang disatukan oleh GC (Dewan Kerja Sama Teluk) untuk memajukan kesejahteraan, keamanan dan stabilitas di kawasan itu," tambah pernyataan itu seperti disitir dari Sputnik, Sabtu (29/9/2018).

Menurut Departemen Luar Negeri AS, para menteri juga membahas kebutuhan untuk mengalahkan ISIS dan kelompok teror lainnya, membawa perdamaian dan stabilitas ke Suriah dan Yaman, serta menciptakan Irak yang berkembang dan inklusif.

Departemen Luar Negeri AS juga mengatakan negosiasi mengenai aliansi anti-Iran ini baru akan berlanjut dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.

Bulan lalu, perusahaan riset intelijen yang berbasis di AS, Soufan Group, yang didirikan oleh mantan agen FBI Libanon, Ali Soufan, merilis sebuah laporan yang menyimpulkan bahwa aliansi militer NATO di Timur Tengah sangat tidak mungkin, mengingat kurangnya persatuan di antara Negara-negara Teluk.

"Negara-negara Teluk bukan blok yang stabil dan terpadu, melainkan sekelompok tetangga yang gelisah dengan sejarah intrik dan intrik terhadap satu sama lain," kata laporan itu.

Juga bulan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan bahwa Israel dapat bergabung dengan koalisi anti-Iran baru jika Teheran akan memblokir Selat Bab-al-Mandeb di lepas pantai barat Yaman, yang berfungsi sebagai pintu masuk selatan ke Laut Merah.

Negara-negara Teluk telah terperangkap dalam pertikaian diplomatik sejak pertengahan 2017, ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain tiba-tiba memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, menuduh negara itu mendukung terorisme dan mencampuri urusan dalam negeri mereka. Doha membantah tuduhan itu. Upaya Kuwait dan AS untuk menengahi pertikaian telah gagal.

Ketegangan antara Negara-negara Teluk dan Iran, yang telah lama dianggap sebagai musuh satu sama lain, meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena perang di Suriah dan Yaman. Di Suriah, Iran dan kelompok militan Lebanon, sekutu-sekutu Hezbollah telah memberikan bantuan kepada Damaskus terhadap koleksi militan jihad yang disponsori oleh negara-negara Teluk.Di Yaman, sebuah koalisi negara-negara Teluk yang dipimpin oleh Arab Saudi telah berperang melawan kaum Houthi, sebuah kelompok milisi yang mempunyai ikatan ideologis dengan Iran yang menggulingkan presiden negara itu pada tahun 2015. Riyadh dan sekutunya telah menuduh Iran memberikan bantuan militer kepada Houthi. Tuduhan yang dibantah Teheran, menunjuk blokade di sekitar Yaman. Negara-negara Teluk, AS dan Israel juga menuduh Iran berusaha untuk mendapatkan pengaruh di Irak.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
Berita Terkini
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
45 menit yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
1 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
2 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
3 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
4 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved