Di PBB, Abbas Desak Trump Batalkan Pengakuan Terhadap Yerusalem

Jum'at, 28 September 2018 - 01:27 WIB
Di PBB, Abbas Desak...
Di PBB, Abbas Desak Trump Batalkan Pengakuan Terhadap Yerusalem
A A A
NEW YORK - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menyerukan Amerika Serikat (AS) untuk membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan pemotongan bantuan. Abbas mengatakan keduanya telah merusak solusi dua negara atas konflik di Timur Tengah.

UNITED NATIONS (Reuters) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Kamis menyerukan Amerika Serikat untuk membalikkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pemotongan bantuan ke Palestina, mengatakan ini telah merusak solusi dua negara atas konflik tersebut.

"Dengan semua keputusan ini, pemerintahan ini telah mengingkari semua komitmen AS sebelumnya, dan telah merusak solusi dua negara," kata Abbas dalam pidatonya kepada pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB.

"Saya memperbarui seruan saya kepada Presiden Trump untuk membatalkan keputusan dan kebijakannya mengenai Yerusalem, pengungsi, dan permukiman," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (28/9/2018).

Perundingan perdamaian Israel-Palestina terakhir runtuh pada tahun 2014. Ada keraguan Presiden AS Donald Trump dapat mengamankan apa yang disebutnya sebagai "kesepakatan akhir" karena ia mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada bulan Desember dan memindahkan Kedutaan Besar AS di sana pada bulan Mei.

Palestina ingin mendirikan negara di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Israel merebut wilayah-wilayah itu dalam perang Timur Tengah 1967 dan mencaplok Jerusalem Timur dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional. Israel menganggap semua kota sebagai Ibu Kota abadi dan tak terpisahkan.

Trump telah mengelak dari pertanyaan apakah ia mendukung gagasan solusi dua negara, satu untuk Israel dan satu untuk Palestina, sebuah bagian penting dari kebijakan AS selama beberapa dekade.

Pada hari Rabu, dalam dukungan pemerintahannya yang paling jelas untuk gagasan itu, dia mengatakan: “Saya suka solusi dua negara. Itulah yang menurut saya paling berhasil.” Sebelumnya ia mengatakan ia juga akan mendukung solusi satu negara jika kedua pihak menginginkannya.
(ian)
Berita Terkait
Setelah Hamas Sepakat...
Setelah Hamas Sepakat Proposal Trump, Israel Setujui Rencana Perdamaian Gaza
Trump PeDe Bisa Damaikan...
Trump PeDe Bisa Damaikan Palestina-Israel
Hamas dan Fatah Bersatu...
Hamas dan Fatah Bersatu Hadapi Usulan Pencaplokan Gaza oleh Donald Trump
5 Alasan Donald Trump...
5 Alasan Donald Trump Tak Akan Pernah Membela Palestina
3 Kebijakan Kontroversial...
3 Kebijakan Kontroversial Donald Trump yang Dianggap Anti-Palestina
Netanyahu: Palestina...
Netanyahu: Palestina akan Kembali Berunding Jika Trump Terpilih Lagi
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
1 jam yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
2 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
3 jam yang lalu
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
4 jam yang lalu
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
5 jam yang lalu
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved