Investigasi AS Sudutkan Militer Myanmar

Rabu, 26 September 2018 - 09:58 WIB
Investigasi AS Sudutkan...
Investigasi AS Sudutkan Militer Myanmar
A A A
WASHINGTON - Hasil investigasi pemerintah Amerika Serikat (AS) menemukan militer Myanmar melakukan kampanye yang direncanakan dengan baik dan terkoordinasi untuk melakukan pembunuhan massal, pemerkosaan dan kekejaman lain pada minoritas Muslim Rohingya.

Laporan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS itu dirilis pada Senin (24/9) sehingga dapat digunakan untuk membenarkan sanksi AS selanjutnya atau langkah hukuman pada otoritas Myanmar.

Meski demikian, laporan itu tidak menggambarkan operasi militer itu sebagai genosida atau kejahatan terhadap kemanusiaan. Isu ini pun menjadi pusat perdebatan internal yang memicu tertundanya pengumuman laporan selama hampir sebulan.

Hasil investigasi ini berdasarkan lebih dari seribu wawancara pada pria dan wanita Rohingya di kamp pengungsian di Bangladesh. Saat ini hampir 700.000 Rohingya telah melarikan diri dari operasi militer Myanmar tahun lalu di Rakhine.

“Survei mengungkap kekerasan terbaru di utara Rakhine meluas, skala besar, ekstrem, dan mengarah pada teror pada populasi serta mengusir keluar penduduk Rohingya,” papar laporan setebal 20 halaman yang diterima kantor berita Reuters.

“Cakupan dan skala operasi militer mengindikasikan mereka direncanakan dengan baik dan terkoordinasi,” ungkap laporan itu.

Para korban selamat menggambarkan rincian kejadian mengerikan yang mereka saksikan, termasuk saat para tentara membunuh para bayi dan anak kecil, penembakan pria tak bersenjata, dan para korban dikubur hidup-hidup atau dilemparkan masuk ke kuburan massal.

Mereka juga menjelaskan banyaknya pelecehan seksual oleh militer Myanmar pada wanita Rohingya yang seringkali terjadi di depan publik.

Juru bicara pemerintah Myanmar Zaw Htay menolak berkomentar tentang laporan AS tersebut, kemarin. Dia juga tak dapat menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan. Telepon ke juru bicara militer Myanmar Mayor Jenderal Tun Tun Nyi juga tidak dijawab.

Seorang saksi mata menyebut empat wanita Rohingya diculik, diikat dengan tali dan diperkosa selama tiga hari. “Mereka ditinggalkan setengah mati,” papar saksi mata itu dalam laporan AS tersebut.

Berbagai kelompok hak asasi manusia (HAM) dan aktivis Rohingya menyebut jumlah korban tewas mencapai ribuan orang akibat operasi militer itu.

Hasil investigasi AS itu dirilis di website Deplu AS, hampir sebulan setelah para investigator Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan laporan yang menuduh militer Myanmar beraksi dengan niat genosida dan mendesak panglima militer dan lima jenderal Myanmar diadili sesuai hukum internasional. Militer Myanmar menyangkal berbagai tuduhan telah melakukan pembersihan etnik.

Deplu AS menyatakan tujuan investigasi bukan untuk menetapkan genosida tapi mendokumentasikan fakta-fakta kekejaman yang terjadi untuk memandu kebijakan AS bagi para pelaku kekejaman.
(don)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
4 menit yang lalu
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
38 menit yang lalu
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
1 jam yang lalu
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
3 jam yang lalu
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
3 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved