12 Anggota Garda Revolusi Ikut Dibantai di Parade Militer Iran

Minggu, 23 September 2018 - 00:16 WIB
12 Anggota Garda Revolusi...
12 Anggota Garda Revolusi Ikut Dibantai di Parade Militer Iran
A A A
TEHERAN - Sebanyak 12 anggota Garda Revolusi berada di antara 29 korban tewas saat parade militer Iran diserang empat pria bersenjata, Sabtu (22/9/2018). Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh negara-negara Teluk Arab sekutu Amerika Serikat (AS) terlibat dalam pembantaian mengerikan ini.

Laporan lain, seperti dilansir Reuters, menyebut korban tewas dalam pembantaian ini sebanyak 25 orang.

Khamenei memerintahkan pasukan keamanan untuk menyeret para pelaku pembantaian ke pengadilan.

"Kejahatan ini merupakan kelanjutan dari plot negara-negara regional yang merupakan boneka Amerika Serikat, dan tujuan mereka adalah menciptakan ketidakamanan di negara kita tercinta," kata Khamenei dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situsnya, seperti dikutip Reuters.

Dia tidak menyebut negara regional yang terlibat. Namun, sekutu AS di kawasan Timur Tengah yang sedang bermusuhan dengan Iran adalah Israel dan juga negara-negara Teluk Arab, terutama Arab Saudi.

Serangan mengerikan ini terjadi di Kota Ahvaz ketika Iran menandai peringatan dimulainya perang Iran-Irak tahun 1980-1988 yang kala itu Baghdad dipimpin Saddam Hussein.

Presiden Iran Hassan Rouhani bersumpah Teheran akan memberikan respons yang menghancurkan.

"Tanggapan Republik Islam Iran terhadap ancaman terkecil akan menghancurkan," kata Rouhani di situs resminya. "Mereka yang memberi dukungan intelijen dan propaganda kepada teroris ini harus menjawabnya," katanya lagi.

Mengutip kantor berita negara Iran, IRNA, mereka yang tewas termasuk wanita dan anak-anak yang datang untuk menyaksikan pawai militer. Lebih dari 50 orang lainnya terluka.

Juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, mengatakan tiga dari penyerang tewas di tempat kejadian. Sedangkan penyerang keempat sempat ditangkap, namun tak lama kemudian tewas karena mengalami luka-luka.

"Kami tiba-tiba menyadari bahwa beberapa orang bersenjata yang mengenakan pakaian militer palsu mulai menyerang kawan-kawan dari belakang (panggung) dan kemudian menembaki wanita dan anak-anak," kata seorang tentara yang tidak disebutkan namanya kepada media pemerintah.

"Mereka hanya menembak tanpa tujuan dan tidak memiliki target tertentu," ujarnya.

Tembakan diumbar ke kerumunan tentara yang berbaris, pengunjung dan pejabat pemerintah yang menonton dari sebuah anak tangga terdekat.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menuduh rezim asing terlibat dalam pembantaian di parade militer, namun dia tidak merinci pihak asing tersebut.

"Teroris yang direkrut, dilatih, dipersenjatai, dan dibayar oleh rezim asing telah menyerang Ahvaz. Anak-anak dan jurnalis di antara para korban. Iran memegang sponsor teror regional dan master Amerika Serikat bertanggung jawab atas serangan tersebut. Iran akan merespon dengan cepat dan tegas dalam membela kehidupan Iran," tulis Zarif di Twitter via akun @JZarif.

Mostafa Koshcheshm, komentator dan jurnalis politik yang berpusat di Teheran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa para pejabat Garda Revolusi menyalahkan gerakan separatis Ahwazi sebagai pelaku. Menurut Garda Revolusi gerakan itu dipelihara, didukung, dan dilatih oleh Arab Saudi.

"Sudah beroperasi selama beberapa tahun terakhir, mereka mencari untuk memotong dan memisahkan Provinsi Khuzestan, provinsi kayak minyak dari Iran, persis apa yang ingin dilakukan oleh Saddam Hussein," kata Koshcheshm.

"Mereka menyebut diri mereka nasionalis Arab tetapi kami tahu mereka memiliki hubungan yang sangat intim dengan Mujahidin-e-Khalq," katanya merujuk pada kelompok pembangkang Iran yang tinggal di pengasingan, yang dituduh membunuh ribuan warga sipil dan pejabat Iran.

Kelompok Islamic State of Iraq and Syria atau ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Hanya saja, klaim via online itu tak disertai rincian bukti yang kuat.
(mas)
Berita Terkait
Trump Prediksi Saudi...
Trump Prediksi Saudi dan Iran Ikuti Langkah UEA Terkait Israel
Jelang Serangan Israel...
Jelang Serangan Israel ke Iran, AS Jual Senjata Baru ke Saudi dan UEA Senilai Rp35 Triliun
Fasilitas Nuklir Iran...
Fasilitas Nuklir Iran Diserang AS, Arab Saudi Pantau Efek Radiasinya
Panglima IRGC: Israel-Arab...
Panglima IRGC: Israel-Arab Saudi Bersekongkol dengan AS dan Barat Melawan Iran
Dilema Arab Saudi, Bela...
Dilema Arab Saudi, Bela Siapa Jika Iran-Israel Perang Habis-habisan?
Pompeo: AS Keras terhadap...
Pompeo: AS Keras terhadap Iran Kunci Normalisasi Arab Saudi-Israel
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
3 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
4 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
5 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
6 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
7 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
8 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved