China Minta Sanksi Amerika Serikat Dicabut

Sabtu, 22 September 2018 - 09:07 WIB
China Minta Sanksi Amerika...
China Minta Sanksi Amerika Serikat Dicabut
A A A
BEIJING - Pemerintah China meminta Amerika Serikat (AS) mencabut sanksi atau menghadapi “konsekuensi” atas tindakan sepihaknya.

Kemarahan China itu terjadi setelah Washington menjatuhkan sanksi kepada Beijing karena pembelian pesawat Sukhoi dan sistem rudal dari Rusia. Transaksi militer dengan Rusia dianggap tidak dapat dibenarkan karena Rusia dituduh mengintervensi sistem pemilihan umum (pemilu) di AS, membantu kelompok pemberontak di Ukraina, dan menopang Pemerintah Suriah dalam perang sipil. Pemerintah AS dan sekutunya menjatuhkan sanksi serupa terhadap Rusia.

Kementerian Luar Negeri AS menyatakan China melakukan transaksi signifikan dengan Rosoboronexport, eksportir peralatan militer Rusia. China memboyong 10 pesawat jet tempur SU-35 pada 2017 dan sistem misil antiudara S-400 pada 2018. Sanksi yang dijatuhkan tidak hanya menyasar EDD, tapi juga Direktur Jenderal Li Shangfu.

“Langkah AS menunjukkan pelanggaran serius atas prinsip dasar hubungan internasional dan sangat serius merusak hubungan antara dua negara dan dua militer,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang seperti dilansir Reuters. Dia mengungkapkan, Beijing mengajukan protes resmi kepada AS.

“Kita menyarankan AS untuk segera memperbaiki kesalahan mereka dan menarik apa yang disebut dengan sanksi, atau AS akan menerima konsekuensinya,” ujar Geng. Dia menambahkan, pertukaran militer dan kerja sama dengan Rusia merupakan hal “normal”.

Kerja sama dengan Rusia, menurut dia, bertujuan untuk melindungi kepentingan perdamaian regional dan stabilitas. “Kerja sama dan transaksi itu tidak melanggar hukum internasional dan ditujukan kepada pihak ketiga,” ujar Geng. Dia mengungkapkan China tetap akan melanjutkan kerja sama dengan Rusia dalam berbagai tingkatan.

Kementerian Luar Negeri AS juga menjatuhkan sanksi kepada 33 orang dan entitas yang berhubungan dengan militer dan intelijen Rusia. Mereka dimasukkan dalam Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Itu merupakan langkah hukum untuk menghukum Rusia atas agresi di Ukraina dan keterlibatan pada perang sipil di Suriah. Kini orang yang masuk dalam daftar itu adalah 72 nama yang juga dikaitkan dengan intervensi Rusia pada Pemilu 2016 di AS.

Sementara itu seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sanksi itu dijatuhkan ke lembaga China yang bertujuan menarget Moskow, bukan Beijing dan militernya. Sanksi itu juga tidak berkaitan dengan perang dagang antara AS dan China. “Target utama sanksi itu adalah Rusia. Sanksi CAATSA dalam konteks ini tidak bermaksud untuk mengabaikan kemampuan pertahanan negara tertentu,” kata pejabat tersebut.

Di Moskow, anggota parlemen Rusia Franz Klintsevich mengungkapkan, sanksi itu tidak akan berdampak pada penjualan S-400 dan SU-35. “Saya yakin kontrak itu akan dieksekusi sesuai jadwal,” papar Klintsevich kepada kantor berita Rusia Interfax. Dia menambahkan, kepemilikan militer itu sangat penting bagi China.

Analis keamanan di Asia menyatakan sanksi tersebut justru akan menekan Moskow dan Beijing semakin erat. “Pemberlakuan sanksi AS tidak akan berdampak pada penjualan senjata Rusia ke China,” kata Ian Storey dari Institute Yusof Ishak ISEAS di Singapura. Dia menambahkan, Beijing ingin meningkatkan teknologi militernya.

Hal serupa juga diungkapkan Collin Koh, analis keamanan dari Sekolah Kajian Internasional S Rajaratman Singapura. Menurutnya sanksi AS tidak akan berdampak luas terhadap hubungan China dan Rusia. “Industri pertahanan China ingin mencari penguatan dari Rusia,” ujarnya.
(don)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
49 menit yang lalu
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
1 jam yang lalu
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
3 jam yang lalu
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
4 jam yang lalu
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
5 jam yang lalu
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved