Iran Latihan Perang di Teluk Persia untuk Ancam AS

Sabtu, 22 September 2018 - 05:11 WIB
Iran Latihan Perang...
Iran Latihan Perang di Teluk Persia untuk Ancam AS
A A A
TEHERAN - Iran menggelar latihan perang di kawasan Teluk Persia pada hari Jumat yang bertujuan untuk mengancam Amerika Serikat (AS). Manuver di dekat Selat Hormuz itu untuk menunjukkan kepada Washington bahwa Teheran dapat menutup selat itu untuk menghentikan pengiriman minyak dunia.

Teheran pernah mengancam akan menutup Selat Hormuz setelah Washington memulihkan sanksi larangan ekspor minyak Iran yang efektif berlaku mulai 4 November mendatang.

Teheran telah mengancam akan mengambil langkah-langkah militer untuk memblokir ekspor minyak dari negara lain, termasuk sekutu AS di Timur Tengah melalui Selat Hormuz jika ekspor minyaknya diganggu.

"Jika musuh dan kekuatan arogan mengawasi perbatasan dan tanah (Republik) Islam Iran mereka akan menerima balasan berdebar-debar dalam sepersekian detik," kata pejabat militer Iran, Kolonel Yousef Safipour, mengacu pada latihan perang tersebut, seperti dikutip Reuters.

Menurutnya, Iran memiliki beberapa kemampuan angkatan laut yang kredibel, yang dapat menutup jalur laut untuk sementara waktu.

Beberapa aset militer yang dikerahkan dalam latihan perang Iran antara lain jet tempur Mirage, F-4 dan Sukhoi-22. F-4 dan Sukhoi keduanya pertama kali terbang pada 1960-an, sedangkan Mirage pertama kali terbang pada 1970-an.

Iran, di bawah sanksi berat, belum membeli jet tempur atau komponen baru dalam waktu yang lama, tetapi telah menunjukkan keterampilan yang cukup besar dalam menjaga stoknya untuk tetap terbang selama beberapa dekade.

AS sendiri tetap mempertahankan kehadiran pasukannya di Teluk Persia, di mana yang terbaru adalah pengiriman kapal induk yang sarat dengan jet tempur siluman F-35.

AS memiliki kekuatan udara yang cukup besar di Timur Tengah dan memonitor secara dekat Teluk Persia. Selain itu, sekutu AS seperti Arab Saudi tidak benar-benar berlayar melalui teluk tersebut.

Pada hari Sabtu (22/9/2018), Iran akan melakukan latihan militer besar-besaran dengan melibatkan 600 kapal angkatan laut. Menurut media pemerintah yang dikutip Reuters, jumlah kapal itu kemungkinan termasuk kapal serangan cepat Iran, atau speedboat militer yang telah mempermalukan kapal AS di masa lalu.

Teheran pada saat ini siap-siap ditinggalkan oleh para klien minyaknya yang telah mengantisipasi sanksi AS. Iran sering mengancam unjuk kekuatan militer terhadap AS atau tetangganya, tetapi jarang diwujudkan.
(mas)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
3 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
3 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
4 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
6 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
7 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved