Diperkosa dengan Pipa Logam, Gadis 7 Tahun Kritis di RS India

Jum'at, 21 September 2018 - 03:07 WIB
Diperkosa dengan Pipa...
Diperkosa dengan Pipa Logam, Gadis 7 Tahun Kritis di RS India
A A A
NEW DELHI - Seorang gadis tujuh tahun di India sedang berjuang untuk hidup setelah diperkosa dengan seorang pria 21 tahun dengan pipa air yang terbuat dari logam. Korban mengalami pendarahan hebat dan kondisinya kritis di rumah sakit (RS).

Korban awalnya ditemukan pelaku di tempat pembuangan sampah di bagian timur Delhi sebelum akhirnya diserang.

Pelaku, yang diyakini masih tetangga korban, memikat gadis itu dengan memberika cokelat dan uang 10 rupee agar bersedia pergi bersamanya.

Pelaku mengalami pendarahan hebat di organ pribadinya saat pulang ke rumah. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit, di mana dia menjalani operasi darurat.

"Tersangka menjatuhkan (korban) di rumahnya sekitar pukul 11.30 malam. Dia mengenakan handuk di pinggangnya yang bukan miliknya. Itu diberikan oleh tersangka. Dia mengalami pendarahan hebat," kata bibi korban yang berbicara dalam kondisi anonim kepada The Indian Express.

Polisi telah menangkap tersangka atas tuduhan melakukan pemerkosaan. "Tersangka adalah pengembara tanpa catatan kriminal sebelumnya. Gadis itu telah dirawat di rumah sakit pemerintah," kata seorang pejabat polisi senior.

Swati Maliwal, Ketua Komisi Perempuan Delhi, mem-posting rincian kasus mengerikan ini di Twitter.

"Baru saja bertemu dengan seorang korban pemerkosaan berusia 7 tahun yang diperkosa secara brutal di Seemapuri kemarin oleh seorang pria berusia 22 tahun," tulis dia yang mengidentifikasi pelaku dengan usia 22 tahun, bukan 21 tahun.

"Dia membawanya ke sebuah taman, memasukkan pipa air ke dalam organ pribadinya dan kemudian memperkosanya. Gadis itu sangat kritis, berdarah tanpa henti dan dioperasi. Ibunya orangtua tunggal, miskin!," lanjut Maliwal, yang dikutip Jumat (21/9/2018).

"Tidak bisa menggambarkan rasa sakit yang dialami gadis kecil ini. Sudah malnutrisi, dia juga memiliki perjuangan panjang di depan," imbuh Maliwal.

"Kami akan mendukungnya dalam perjuangan hukumnya untuk memastikan hukuman mati kepada penjahatnya. Akan mengajukan permohonan kompensasi dan akan melakukan semua upaya untuk merehabilitasi dia."
(mas)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Longsor di Manipur India,...
Longsor di Manipur India, Belasan Orang Tewas
Berita Terkini
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
36 menit yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
1 jam yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
2 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
3 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
4 jam yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved