Korut-Korsel Sepakat Bangun Zona Penyangga di Perbatasan

Rabu, 19 September 2018 - 11:28 WIB
Korut-Korsel Sepakat...
Korut-Korsel Sepakat Bangun Zona Penyangga di Perbatasan
A A A
PYONGYANG - Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) sepakat untuk membangun zona penyangga di sepanjang perbatasan darat dan laut. Hal itu untuk mengurangi ketegangan militer dan mencegah bentrokan yang tidak disengaja.

Demikian bunyi pernyataan bersama yang ditandatangani oleh Presiden Korsel Moon Jae-in dan Pemimpin Korut Kim Jong-un usai keduanya bertemu pada Rabu (19/9/2018).

Seperti dikutip dari AP, pernyataan itu juga mengatakan bahwa kedua negara itu setuju untuk menarik 11 pos penjaga dari Zona Demiliterisasi pada bulan Desember mendatang untuk kemudian dihapus.

Pernyataan itu juga mengatakan kedua Korea menyetujui zona larangan terbang di atas garis demarkasi militer yang membagi kedua negara yang akan berlaku untuk pesawat, helikopter dan pesawat tak berawak.

Seoul telah menekankan pentingnya mengurangi ancaman militer konvensional antar Korea untuk mencegah bentrokan tidak disengaja yang dapat meningkat menjadi konflik nuklir.

Pernyataan itu dikeluarkan menyusul pertemuan puncak Pyongyang antara Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel, Moon Jae-in.

Presiden Korsel, Moon Jae-in, mengatakan bahwa duo Korea telah sepakat untuk membentuk komite militer gabungan guna mengevaluasi bagaimana mengurangi ketegangan dan menjaga komunikasi untuk meredakan krisis dan mencegah bentrokan yang tidak disengaja.

Moon mengatakan, rencana komite itu adalah bagian dari komitmen untuk menghapus ancaman apa pun yang dapat menyebabkan perang di Semenanjung Korea. Ia berbicara setelah pertemuan puncak Pyongyang dengan pemimpin Korut Kim Jong Un.

Pemerintah Moon telah menekankan pentingnya mengurangi ancaman militer konvensional antara Korea untuk mencegah bentrokan yang tidak disengaja yang dapat meningkat menjadi konflik nuklir.

Korea pertama kali setuju untuk membentuk komite militer gabungan pada tahun 1991, tetapi rencana tersebut tidak dilakukan karena hubungan yang bergejolak di antara keduanya.
(ian)
Berita Terkait
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Utara Vs Korea Selatan
Korea Utara Hancurkan...
Korea Utara Hancurkan Lapangan Golf Milik Korea Selatan
Langka, Warga Korea...
Langka, Warga Korea Selatan Membelot ke Korea Utara
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
1 jam yang lalu
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
3 jam yang lalu
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
3 jam yang lalu
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
4 jam yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
6 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
7 jam yang lalu
Infografis
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved