Bencana Banjir Semakin Parah di Carolina

Rabu, 19 September 2018 - 09:51 WIB
Bencana Banjir Semakin...
Bencana Banjir Semakin Parah di Carolina
A A A
WILMINGTON - Banjir semakin parah di wilayah Carolina, Amerika Serikat (AS), kemarin, saat badai Florence membawa hujan lebat dan tornado.

Hingga kemarin badai itu telah menewaskan 32 orang. Banjir yang terus meluas juga telah mencapai atap rumah, mengubah jalan raya menjadi sungai, dan mengakibatkan ribuan orang terjebak sehingga harus dievakuasi tim penyelamat.

Ketinggian banjir terus meningkat kemarin menurut keterangan Badan Cuaca Nasional AS (NWS). “Banjir masih menjadi kekhawatiran hingga akhir pekan dan pada pekan depan,” kata Hal Austin, meteorologis NWS. Menurut Austin, tidak akan ada perubahan hujan di wilayah itu hingga hari ini.

“Jangan ada air lagi, bahkan setetes, tolong,” ujar dia, dikutip kantor berita Reuters . Sebanyak 32 orang tewas akibat Florence, termasuk 25 orang di Carolina Utara dan enam orang di Carolina Selatan.

Satu orang tewas saat 16 tornado terbentuk dari Florence pada Senin (17/9) di Virginia saat puluhan gedung hancur. Korban tewas termasuk seorang bayi laki-laki umur satu tahun yang terlepas dari ibunya saat mereka berupaya menyelamatkan mobil mereka yang terjebak banjir.

“Wanita itu mengemudi di sekitar penghalang untuk mencapai jalan yang ditutup,” ungkap pernyataan kantor kepolisian Union County, dekat perbatasan Carolina Utara dan Carolina Selatan. Perkiraan cuaca menyatakan hujan lebat dapat mengakibatkan banjir di Timur Laut AS pada Selasa (18/9).

Curah hujan setinggi 15 cm diperkirakan terjadi di beberapa bagian wilayah Timur Laut AS. Ribuan personel penyelamat telah dikerahkan di dua negara bagian. “Lebih dari 650 orang telah dibawa ke lokasi yang aman di dalam dan sekitar Wilmington, Carolina Utara,” papar Barbi Baker, juru bicara New Hanover County.

Kota itu diterjang langsung oleh badai Florence pada Jumat (14/9) dan lumpuh sejak saat itu akibat gelombang tinggi dan banjir dari Sungai Cape Fear. Dengan 1.500 jalan yang tertutup di penjuru Carolina Utara, kru pemadam kebakaran dan rescue menunggu untuk dapat masuk ke banyak lokasi bencana.

“Kondisi jalan masih berubah. Apa yang terbuka sekarang mungkin bisa tertutup kemudian,” ungkap Departemen Transportasi Carolina Utara. Lebih dari 340.000 konsumen tidak mendapat aliran listrik sejak kemarin, menurut perusahaan listrik.

Jumlah tersebut turun dari sebe lumnya 1 juta konsumen yang tak mendapat aliran listrik. Otoritas Carolina Utara telah mengerahkan sekitar 2.000 perahu dan 36 helikopter untuk membantu warga yang terjebak banjir. Penjaga pantai menyatakan pihaknya mengerahkan 26 helikopter dan 11 pesawat untuk membantu warga yang terjebak banjir.
(don)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
2 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
2 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
4 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
5 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
6 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved