China Bakal Ambil Alih Pelabuhan di Israel yang Dekat Pangkalan AS

Sabtu, 15 September 2018 - 15:26 WIB
China Bakal Ambil Alih...
China Bakal Ambil Alih Pelabuhan di Israel yang Dekat Pangkalan AS
A A A
HAIFA - Perusahaan China, Shanghai International Port Group (SIPG), akan mengambil alih pengelolaan pelabuhan swasta di Haifa, Israel. Langkah ini akan memengaruhi aktivitas militer Amerika Serikat (AS) yang memiliki pangkalan Angkatan Laut di dekat pelabuhan tersebut.

Pengambilalihan pelabuhan di Haifa itu akan dimulai tahun 2021. Dalam sebuah laporan yang dilansir Newsweek, mantan kepala operasi angkatan laut AS Laksamana Gary Roughead yakin bahwa pelabuhan yang akan dikelola China di Haifa akan berarti bahwa kapal-kapal perang Angkatan Laut AS tidak dapat secara teratur menelepon di Pangkalan Angkatan Laut Haifa.

Pangkalan itu merupakan instalasi angkatan laut terbesar di Israel. Roughead mengatakan, kemungkinan aktivitas intelijen China akan meningkatkan risiko keamanan operasional Angkatan Laut AS.

Mengingat lokasinya dan hubungan hangat antara militer Amerika dan Israel, Pangkalan Angkatan Laut Haifa menjadi tuan rumah kapal perang Amerika dengan teratur. Tahun lalu, kapal induk USS George W. Bush berlabuh di Haifa. Kapal USS Iwo Jima juga melakukan hal yang sama pada Maret 2018, dan kapal perusak USS Donald Cook tiba untuk kunjungan singkat di Haifa pada bulan Juni lalu.

Namun, dengan SIPG mengambil kendali di sisi komersial pelabuhan, ini tidak mungkin bagi kapal-kapal perang AS beroperasi leluasa.

"Para operator pelabuhan China akan dapat memantau pergerakan kapal AS secara dekat, menyadari aktivitas pemeliharaan dan dapat memiliki akses ke peralatan yang bergerak ke dan dari situs perbaikan dan berinteraksi secara bebas dengan kru kami selama periode yang berlarut-larut," ujar Roughead dalam sebuah konferensi di Universitas Haifa bulan lalu.

"Secara signifikan, sistem informasi dan infrastruktur baru terintegrasi dengan pelabuhan dan kemungkinan informasi serta sistem pengawasan elektronik membahayakan informasi dan keamanan siber AS," ujarnya.

SIPG mengoperasikan pelabuhan kontainer tersibuk di dunia, Port of Shanghai (Pelabuhan Shanghai) dan pelabuhan besar lain di China.

Perusahaan itu terdaftar secara publik, sebagian besar sahamnya dipegang oleh otoritas pemerintah Shanghai. SIPG memenangkan konsesi 25 tahun untuk pengelolaan Haifa Bay Terminal baru pada tahun 2015, dan akan mengambil alih operasionalnya pada 2021.
(mas)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Pendudukan Kembali Gaza...
Pendudukan Kembali Gaza Pascaperang Israel-Hamas Ditolak Amerika Serikat
Inilah Perbandingan...
Inilah Perbandingan Kekuatan Militer China vs Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
2 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
7 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
7 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
8 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
9 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
10 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved