Picu Kemarahan, Kontes Miss Hitler 2018 Dibatalkan

Sabtu, 15 September 2018 - 11:08 WIB
Picu Kemarahan, Kontes...
Picu Kemarahan, Kontes Miss Hitler 2018 Dibatalkan
A A A
MOSKOW - Sebuah kontes ratu kecantikan untuk Neo-Nazi digelar secara online di media sosial Rusia, VKontakte. Namun, kontes "Miss Hitler 2018" ini dibatalkan setelah memicu kemarahan publik.

Kontes untuk mencari sosok perempuan yang radikal dan fanatik terhadap pemimpin Nazi Adlof Hitler telah memikat para finalis di seluruh dunia.

Penyelenggara "Miss Hitler 2018 Contest" melalui halaman VKontake mengaku sudah menerima lebih dari 500 keluhan. Rata-rata para pemrotes menyatakan penyelenggara telah mempromosikan ekstremisme.

Penyelenggara berpendapat kontes itu hanya untuk merayakan "budaya Hitlertarian". Situs "Miss Hitler 2018 Contest" akhirnya ditutup.

Para kontestan berasal dari berbagai negara, termasuk Rusia, Jerman, Italia dan Amerika Serikat. Mereka berbagi foto diri dengan mengenakan kostum Nazi.

Salah satu kontestan bahkan memiliki tato Reichsadler—lambang Nazi dengan elang di atas swastika—di punggung atas. Ada juga foto kontestan dengan pose hormat ala Hitler

Penyelenggara kontes mengatakan bahwa tujuan mereka adalah mempromosikan budaya Hitler; mendorong interaksi antara komunitas Hitler; membersihkan citra Adolf Hitler, menunjukkan keindahan budaya Hitlerian dan untuk melindungi dan membela wanita.

VKontakte-yang digunakan oleh 68 persen warga Rusia dengan akses internet-telah menghadapi serentetan kasus kriminal karena digunakan para penggunanya untuk menyebarkan ekstremisme.

Sova, yang melacak radikalisme dan pelanggaran hak asasi manusia di Rusia, mengatakan 658 orang dihukum karena berbagai bentuk pidato ekstremis tahun lalu.

Setelah kontes Miss Hitler menarik perhatian banyak orang, VKontakte menutup halaman kontes dan mengeluarkan pernyataan yang mengutuk berbagai komentar yang mendorong kebencian.

"Komunitas itu diblokir karena melanggar aturan kami," kata pihak VKontake (VK) melalui seorang juru bicara.

"VK selalu tak tertahankan untuk menyerukan kekerasan, propaganda nasionalis dan ekstremis," lanjut pihak VK, seperti dikutip Daily Mirror, Sabtu (15/9/2018).

"Setiap orang dapat melaporkan konten ilegal, menyinggung atau tidak dapat diandalkan dengan bantuan tombol 'laporan'. Kami meninjau semua laporan tanpa pengecualian."

"VK memiliki salah satu tim moderasi terbesar dan kami bereaksi secepat yang kami bisa (terhadap) konten yang melanggar aturan kami," imbuh pihak VK.
(mas)
Berita Terkait
Tentara Rusia Rebut...
Tentara Rusia Rebut Bradley Amerika Serikat dan Tank Leopard 2 Jerman
Trump Mengaku Tak Paham...
Trump Mengaku Tak Paham Mengapa AS Harus Lindungi Jerman dari Rusia
Pentagon: Sebagian Tentara...
Pentagon: Sebagian Tentara AS di Jerman akan Dipindahkan ke Dekat Rusia
Jerman Kehabisan Senjata...
Jerman Kehabisan Senjata untuk Ukraina
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Jerman: Rusia Mustahil...
Jerman: Rusia Mustahil Bisa Mendikte Militer NATO!
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
36 menit yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
4 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
5 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
6 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
7 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
8 jam yang lalu
Infografis
Klaim AS Hendak Bunuh...
Klaim AS Hendak Bunuh Putin Bisa Picu Perang Nuklir dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved