AS Siap Sanksi China Terkait Muslim Uighur

Jum'at, 14 September 2018 - 05:46 WIB
AS Siap Sanksi China...
AS Siap Sanksi China Terkait Muslim Uighur
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sedang memantau lebih dekat tindakan keras pemerintah China terhadap minoritas Muslim di wilayah Xinjiang. Hal itu dikatakan seorang pejabat ekonomi AS saat Washington mempertimbangkan sanksi terhadap pejabat senior China dan perusahaan terkait pelanggaran hak asasi manusia.

"Kami sedang melihat situasinya, dan Global Magnitsky adalah alat yang kami gunakan untuk mengekang pelanggaran hak asasi manusia di seluruh dunia," ujar Asisten Menteri Luar Negeri AS, Manisha Singh, pada sidang kongres seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/9/2018).

Singh menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan sanksi terhadap China atas perlakuannya terhadap etnis Uighur dan kelompok Muslim lainnya.

Global Magnitsky Act memungkinkan pemerintah AS untuk memberlakukan larangan visa dan sanksi yang ditargetkan pada individu di mana pun di dunia yang bertanggung jawab melakukan pelanggaran hak asasi manusia atau tindakan korupsi yang signifikan.

Panel hak asasi manusia PBB bulan lalu mengatakan telah menerima laporan yang dapat dipercaya bahwa hingga satu juta etnis Uighur mungkin ditahan di penahanan di luar hukum di Xinjiang, dan menyerukan agar mereka dibebaskan.

Departemen Luar Negeri pekan ini mengakui penerimaan surat dari kelompok bipartisan anggota parlemen AS yang meminta Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat China yang dituduh mengawasi kebijakan di Xinjiang.

Para pejabat termasuk Chen Quanguo, ketua Partai Komunis di Xinjiang dan juga anggota politbiro partai.

Keputusan sanksi apa pun akan menjadi langkah langka dengan dasar hak asasi manusia oleh pemerintah Trump terhadap China di tengah perang dagang keduanya. Namun di sisi lain, AS membutuhkan bantuan Beijing untuk menyelesaikan kebuntuan atas senjata nuklir Korea Utara (Korut).

Menindak pejabat senior seperti Chen Quanguo belum pernah terjadi sebelumnya dan akan sangat membuat marah Beijing.

Pada hari Selasa, Departemen Luar Negeri AS menyatakan keprihatinan mendalam atas "tindakan keras" China yang memburuk pada Muslim di Xinjiang, sementara sumber kongres AS mengatakan diskusi tentang kemungkinan sanksi telah mendapatkan momentum dalam pemerintah AS, meskipun pembebanan langkah-langkah tidak muncul dalam waktu dekat.

Juga yang menjadi pertimbangan adalah sanksi yang dicari para anggota parlemen terhadap beberapa perusahaan China yang terlibat dalam membangun kamp tahanan dan menciptakan sistem pengawasan yang digunakan untuk melacak dan memantau warga Uighur.

Beijing mengatakan, Xinjiang menghadapi ancaman serius dari gerilyawan dan separatis Islam yang merencanakan serangan serta memicu ketegangan antara minoritas Uighur yang sebagian besar Muslim dengan anggota mayoritas etnis Han Cina.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Inilah Perbandingan...
Inilah Perbandingan Kekuatan Militer China vs Amerika Serikat
Dijegal Amerika Serikat,...
Dijegal Amerika Serikat, Mobil Listrik China Semakin Banting Harga
Media China Sindir Kerusuhan...
Media China Sindir Kerusuhan di Amerika Serikat
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
12 menit yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
1 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
3 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
4 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved