Desak Presiden Izinkan Pemakaian Jilbab, Imam Uzbekistan Dipecat

Senin, 10 September 2018 - 16:26 WIB
Desak Presiden Izinkan...
Desak Presiden Izinkan Pemakaian Jilbab, Imam Uzbekistan Dipecat
A A A
TASHKENT - Seorang imam Uzbekistan dipecat oleh Dewan Muslim setempat setelah mendesak Presiden Shavkat Mirziyoyev untuk mencabut larangan simbol-simbol keagamaan, termasuk jilbab. Desakan sang imam masjid itu disampaikan melalui video.

Imam masjid bernama Fazliddin Parpiyev menilai komunitas Muslim di negaranya masih ditindas, meski pemerintah sudah melakukan reformasi kebebasan beragama di negara mayoritas Muslim tersebut.

Mirziyoyev, yang berkuasa pada tahun 2016, telah melonggarkan pembatasan kebebasan beragama sebagai bagian dari kampanye reformasi ekonomi dan politik liberal di negara sempalan Soviet tersebut.

Namun, pemerintahnya tidak mencabut larangan penggunaan atribut keagamaan yang berlaku selama beberapa dekade. Larangan pengenaan atribut keagamaan itu seperti jilbab bagi pelajar perempuan dan memelihara janggut bagi pria Muslim.

Larangan yang tak kunjungan dicabut itulah yang memicu kritik di media sosial yang dipimpin oleh Fazliddin Parpiyev, imam masjid Omina di Tashkent.

Dia memublikasikan video yang ditujukan kepada Presiden Mirziyoyev di Facebook minggu lalu. Langkah itu tidak biasa untuk seorang ulama Uzbekistan.

Parpiyev, 32, mengatakan dalam video bahwa meskipun reformasi baru-baru ini, kaum Muslim masih ditindas terkait masalah jilbab dan janggut. "Minta bantuan Mirziyoyev dalam mempertahankan kebebasan hati nurani," bunyi keterangan video imama masjid tersebut.

Pada hari Minggu, Parpiyev menulis di halaman Facebook-nya bahwa dia telah dipecat dari jabatannya oleh Dewan Muslim Uzbekistan, lembaga yang dekat dengan pemerintah.

Beberapa rekan ulama telah mendesaknya untuk mencabut pernyataan sebelumnya.

"Saya tidak menyesali apa yang saya katakan di video saya," tulis dia. "Namun, smartphone saya telah diambil oleh ayah saya yang memberi saya alasan untuk percaya bahwa dia juga berada di bawah tekanan," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Senin (10/9/2018).

Dewan Muslim tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar pada hari Senin. Pemerintah setempat juga belum berkomentar.
(mas)
Berita Terkait
Agama Warga Negara Uzbekistan...
Agama Warga Negara Uzbekistan dan Persentasenya
Merahkan Abdullah Bin...
Merahkan Abdullah Bin Khalifa Stadium, Suporter Indonesia Siap 'Teror' Pemain Uzbekistan
3 Alasan Nama Negara...
3 Alasan Nama Negara Asia Tengah Banyak Berakhiran -Stan
Kabur ke Uzbekistan,...
Kabur ke Uzbekistan, Puluhan Pilot Afghanistan Akan Dipindahkan ke Pangkalan AS
Terobosan Ekspor, RI-Uzbekistan...
Terobosan Ekspor, RI-Uzbekistan Sepakat Bentuk Kelompok Kerja Bersama
Memanfaatkan Kecantikan...
Memanfaatkan Kecantikan dan Kekuasaan, Perempuan Ini Jalankan Sindikat Kejahatan Internasional
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
3 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
5 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
6 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
8 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
8 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
10 jam yang lalu
Infografis
8 Dubes Baru Dilantik...
8 Dubes Baru Dilantik Presiden Prabowo Subianto
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved