Bocah Ini Lahir dari Sperma Pria yang Sudah Meninggal 3 Hari

Senin, 10 September 2018 - 10:12 WIB
Bocah Ini Lahir dari...
Bocah Ini Lahir dari Sperma Pria yang Sudah Meninggal 3 Hari
A A A
LONDON - Seorang bocah tiga tahun di Inggris diketahui lahir dari proses fertilisasi buatan. Yang mengejutkan, dia lahir dari sperma pemuda Amerika Serikat (AS) yang telah meninggal tiga hari dan ibu pengganti.

Pasangan Inggris (kakek-nenek) yang kaya merupakan inisiator fertilisasi in vitro atau IVF yang sukses tersebut. Mereka mendambakan pewaris kekayaan, setelah putra tunggalnya tewas secara tragis beberapa tahun silam.

Proses IVF dilakukan oleh dokter Yahudi ternama, Daviv Stomtrich, yang tinggal di California, AS.

Sperma yang diambil dokter Smotrich adalah milik seorang pria AS berusia 26 tahun yang belum menikah. Pria itu tewas dalam kecelakaan sepeda motor di Inggris, tetapi spermanya diambil tiga hari setelah kematiannya untuk dijadikan donor. Proses IVF berlangsung di klinik La Jolla IVF di California.

Setelah tiga tahun kini muncul masalah baru. Kakek biologis atau ayah dari pria yang diambil spermanya keberatan dengan IVF tersebut. Kakek berusia 50-an tahun itu meyakini IVF telah melanggar hukum karena memanen sperma putranya tanpa izin.

Menurut laporan Daily Mirror, Senin (10/9/2018), bocah kecil itu kini tinggal di Inggris bersama pasangan kakek-nenek memerintahkan IVF.

Para ahli hukum mengatakan pasangan tersebut dan mereka di Inggris yang terlibat dalam pengambilan dan pemindahan sperma bisa menghadapi tuntutan karena melakukan tindak pidana.

Menurut laporan media Inggris, sperma itu dibekukan dan kemudian diekspor ke AS dengan perusahaan kurir medis setahun setelah dibekukan.

Smotrich kepada Mail Online mengaku tidak menyesal melakukan IVF yang kontroversial itu.

“Pasangan Inggris kehilangan putra mereka di bawah keadaan yang paling tragis. Mereka sangat menginginkan seorang pewaris dan cucu. Itu adalah hak istimewa untuk dapat membantu mereka," katanya.

Dokter mendeskripsikan kakek-nenek itu sebagai orang yang sangat kaya dan dari keluarga yang terkemuka.

Dia menjelaskan, kasus ini tidak biasa.

“Menghasilkan anak yang menggunakan sperma anumerta sangat jarang. Saya telah melakukannya lima kali, ”katanya. “Pasangan ini putus asa untuk menemukan seseorang yang akan mampu menciptakan pewaris. Mereka menginginkan anak laki-laki. Apa yang kami lakukan tidak tersedia di Inggris, di mana pemilihan jenis kelamin tidak legal.”

Prosedur ini diperkirakan menelan biaya dengan total 60.000-100.000 poundsterling (USD77.500-USD129.000).

Diane Batzofin, yang mengelola klinik Smotrich, mengatakan; “Saya menerima panggilan awal, dari ibu pria yang meninggal. Ini adalah perkawinan sains dan jiwa. Sang ibu memberi tahu saya bahwa itulah yang diinginkan putranya."

Namun, mantan ketua British Fertility Society, Allan Pacey, memperingatkan bahwa kemungkinan kakek dan nenek yang terlibat IVF telah melakukan kejahatan.

"Jika putra dalam kasus ini tidak dirawat oleh klinik, dan belum menandatangani formulir persetujuan yang diperlukan untuk pengambilan, penyimpanan, dan penggunaan sperma, maka tindakan kriminal mungkin telah terjadi," katanya.

"Dokter yang mengekstraksi sperma melanggar hukum sebagaimana fasilitasnya menyimpan dan mengekspor sampel."
(mas)
Berita Terkait
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
Akibat Percampuran Budaya,...
Akibat Percampuran Budaya, Bahasa Baru Hadir di Amerika Serikat
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Bombardir Houthi, Inggris...
Bombardir Houthi, Inggris Kerahkan Jet Tempur RAF Typhoon FGR4
Ini Perbedaan Vaksin...
Ini Perbedaan Vaksin Booster di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia
Cedera, Harry Kane Terancam...
Cedera, Harry Kane Terancam Absen Bela Inggris Lawan Amerika Serikat
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
25 menit yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
1 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
2 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
3 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
4 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
5 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved