AS Peringatkan Korut: Tidak Ada Konsesi Tanpa Denuklirisasi

Sabtu, 08 September 2018 - 08:33 WIB
AS Peringatkan Korut:...
AS Peringatkan Korut: Tidak Ada Konsesi Tanpa Denuklirisasi
A A A
WASHINGTON - Korea Utara (Korut) harus "berkedip" terlebih dahulu jika ingin membuat kesepakatan denuklirisasi dengan Amerika Serikat (AS). Hal itu ditegaskan oleh seorang pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS.

Para perunding dari AS dan Korut serta Korsel kembali terlibat dalam pembicaraan, sekali lagi tentang denuklirisasi sejak pertemuan puncak Juni lalu di Singapura antara Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump.

Tetapi meskipun ada harapan besar, berbagai upaya telah dihalangi oleh kurangnya spesifikasi dari Korut serta tuntutan Pyongyang untuk jaminan keamanan dan konsesi lainnya sebelum membongkar persenjataan nuklirnya.

"Kami tidak akan memberikan apa pun sampai Korea Utara melakukan apa yang dikatakannya," kata Andrea Thompson, wakil menteri negara untuk pengawasan senjata dan keamanan internasional.

Ia mengatakan para pejabat di Pyongyang pertama-tama harus melakukan yang terbaik pada kewajiban mereka yang mereka lakukan di Singapura, mengacu pada janji mereka untuk denuklirisasi.

“Apa yang kami ingin tawarkan adalah masa depan semenanjung yang bebas nuklir. Apa yang kami ingin tawarkan adalah mata pencaharian ekonomi Korea Utara yang dapat berinteraksi dengan tetangga global, ”tambahnya.

"Itu tergantung pada apakah Korea Utara akan segera melakukan apa yang mereka katakan akan mereka lakukan," ia mengingatkan seperti dikutip dari VOA, Sabtu (8/9/2018).

Ketika ditanya, apa yang telah menyebabkan para pejabat diplomatik AS percaya bahwa Kim Jong-un pada akhirnya akan melakukan denuklirisasi, Thompson menjawab: "Dia mengatakan dia akan melakukannya."

“Dia mengatakannya pada Menteri. Dan dia mengatakannya kepada presiden, jadi kami akan memegang kata-katanya, ”tambah Thompson.

Komentar Thompson adalah yang terbaru tentang apa yang telah menjadi roller coaster diplomatik, dengan harapan naik dan turun karena pembicaraan yang melibatkan Pyongyang, Washington, dan Seoul membuat kemajuan, hanya untuk mencapai rintangan tambahan.

Harapan terakhir untuk sukses datang pada Kamis lalu, ketika Kim Jong-un mengatakan kepada pejabat Korsel bahwa keyakinannya kepada Trump "tidak berubah" dan menyatakan bersedia melakukan denuklirisasi pada akhir masa jabatan pertama Trump di kantor.

Pada hari Jumat, dalam perjalanan ke North Dakota, Trump menyatakan optimisme lebih lanjut.

"Sebuah surat sedang dikirimkan kepada saya, sebuah surat pribadi dari Kim Jong-un," kata presiden kepada wartawan di Air Force One.

"Saya pikir itu akan menjadi surat positif," imbuhnya.
(ian)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
20 menit yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
1 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
3 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
4 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved