Mantan Penasihat Kampanye Trump Dijebloskan ke Penjara

Sabtu, 08 September 2018 - 06:08 WIB
Mantan Penasihat Kampanye...
Mantan Penasihat Kampanye Trump Dijebloskan ke Penjara
A A A
WASHINGTON - George Papadopoulos, mantan penasihat kampanye Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2016, dijebloskan ke penjara hingga 14 hari ke depan. Dia mengaku bersalah telah membohongi FBI dalam penyelidikan.

Papadopoulos memiliki kontak dengan Rusia yang memicu FBI melakukan penyelidikan atas dugaan kolusi antara tim kampanye Trump dengan Kremlin.

Hakim Distrik AS Randolph Moss pada hari Jumat menghukum Papadopoulos dengan hukuman penjara hingga 14 hari ke depan."Dia berbohong dalam penyelidikan yang penting bagi keamanan nasional," kata hakim.

Papadopoulos dihukum terkait penyelidikan yang dilakukan oleh Penasihat Khusus Robert Mueller. Mantan anak buah Presiden Donald Trump mengaku sangat malu dan mengakui bahwa tindakannya dapat menghambat kerja para agen FBI.

"Pada Januari 2017, saya membuat kesalahan besar yang saya bayar mahal, saya malu," kata Papadopoulos di sidang pengadilan di Washington. "Saya masih muda dan ambisius," katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Sabtu (8/9/2018).

Hakim mempertimbangkan penyesalan Papadopoulos, sehingga menjatuhkan hukuman ringan. Selain penjara, dia dikenai denda USD9.500.

"Dengan berbohong kepada para penyelidik, Papadopoulos telah membuat kalkulasi dari kepentingan pribadi atas kepentingan nasional," kata Hakim Moss.

Papadopoulos telah bekerja sama selama lebih dari satu tahun dalam penyelidikan yang dipimpin Mueller terkait dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS dan dugaan kolusi antara Rusia dengan tim kampanye Trump.

Dia telah bersaksi bahwa anggota senior kampanye Trump mendorongnya untuk membangun hubungan dengan Rusia selama 2016.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
1 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
2 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
2 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
3 jam yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
11 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
13 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved