Jamaah yang Wafat Dapat Klaim Asuransi Rp18,5 Juta

Selasa, 04 September 2018 - 17:25 WIB
Jamaah yang Wafat Dapat...
Jamaah yang Wafat Dapat Klaim Asuransi Rp18,5 Juta
A A A
MEKKAH - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan keluarga jamaah yang wafat akan mendapatkan klaim asuransi dalam jangka waktu lima hari, setelah surat kematian atau certified of date (CoD) diterima. Adapun besaran klaim asuransi sebesar Rp18,5 juta.

“Aturan kami dalam lima hari cair, terhitung sejak CoD kami terima,” ujar Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Ahda Barori di Wisma Daerah Kerja Mekkah, Arab Saudi, kemarin.

Dia menjelaskan, pengurusan klaim asuransi sejak 2016 ditangani oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag. “Ini untuk memudahkan keluarga jamaah yang wafat,” katanya.

Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mana klaim asuransi dilakukan masing-masing keluarga jamaah yang wafat. Akibatnya, kala itu ada keluarga jamaah yang tidak mengurus klaim asuransi karena berbagai sebab.

Dengan diambilalihnya pengurusan klaim asuransi oleh Ditjen PHU, Ahda yakin semuanya akan cair. Tahun ini Kemenag menggandeng Asuransi Takaful untuk melayani jamaah haji Indonesia. Premi setiap jamaah sebesar Rp49.000 yang dibayar oleh dana optimalisasi Badan Pengelolaan Keuangan Haji.

Pencairan klaim asuransi akan ditransfer ke nomor rekening jamaah haji yang wafat. Selain mendapatkan klaim asuransi Rp18,5 juta, jamaah yang wafat di dalam pesawat pun mendapatkan klaim asuransi sebesar Rp125 juta dari asuransi penerbangan. Asuransi penerbangan itu terhitung sejak jamaah wafat di bandara pemberangkatan, hingga saat berada di bandara tujuan.

“Bagi jamaah haji yang wafat karena kecelakaan, juga mendapatkan klaim asuransi sebesar Rp37 juta,” katanya. Sementara hingga kemarin siang waktu setempat, data Siskohat menyatakan ada 253 jamaah yang wafat.

Jumlah ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 657 jamaah. Pascapelaksanaan ibadah wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan lontar jumrah di Mina (Armina), angka kematian jamaah meningkat.

Menurut Kepala Seksi Kesehatan Daker Mekkah dr Imran, hal itu disebabkan faktor kelelahan. “Saat Armina kelelahan, ketika di Arafah kurang istirahat, kondisi lingkungan yang panas, jamaah juga kurang tidur,” kata Imran.
(don)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Rayakan Hari Nasional,...
Rayakan Hari Nasional, Saudi Gelar Pesta Kembang Api
Arab Saudi Larang Penggunaan...
Arab Saudi Larang Penggunaan Simbol Negara dan Agama untuk Kepentingan Komersial
Punya Bakat dan Keahlian...
Punya Bakat dan Keahlian Unik? Arab Saudi Tarik Pemuda Berbakat dengan Paket Bebas Pajak
Saudi Makin Liberal,...
Saudi Makin Liberal, Band Metal Manggung Habis-habisan di Jeddah
3 Alasan Rakyat Arab...
3 Alasan Rakyat Arab Saudi Ikut Berduka dengan Kematian Sleeping Prince
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
2 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
3 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
4 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
6 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved