Haji, Momentum untuk Meningkatkan Produk Indonesia

Senin, 03 September 2018 - 12:24 WIB
Haji, Momentum untuk...
Haji, Momentum untuk Meningkatkan Produk Indonesia
A A A
MEKKAH - Penyelenggaraan ibadah haji berkorelasi positif pada pendapatan devisa negara. Banyak produk Indonesia, terutama makanan dan minuman yang dipasok ke Arab Saudi di setiap musim haji.

Pelaksanaan ibadah haji merupakan pasar yang sudah pasti (captive market ), terutama bagi produk-produk makanan dan minuman Indonesia. Haji bisa menghasilkan devisa negara. Karena itu pemerintah mendorong peningkatan ekspor produk-produk dari Tanah Air ke Arab Saudi.

“Apa pun produk yang dijual di Mekkah pasti laku. Makanan merupakan produk yang tidak bisa ditunda, sehingga pasti laku,” kata Kepala Konsulat Jenderal RI di Jeddah Mohamad Hery Saripudin saat menerima rombongan jurnalis yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) di kantornya, Jeddah, Arab Saudi, belum lama ini. Menurut Hery, bagi jamaah, ibadah haji adalah tujuan akhir.

Tapi, bagi pemerintah, ibadah haji adalah tujuan perantara (intervening goal). “Ibadah haji sangat strategis ditinjau dari berbagai aspek,” ungkapnya didampingi sejumlah home staff KJRI Jeddah.

Kebijakan Kementerian Agama (Kemenag) yang mensyaratkan penyedia katering pada musim haji tahun ini menyiapkan bumbu masak dari Indonesia, kata Hery, merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan produk Indonesia ke negeri kerajaan tersebut.

Hery pun mengharapkan beras yang pada musim haji tahun ini disuplai dari Thailand, pada tahun mendatang bisa dari Indonesia. Demikian juga, lanjut Hery, ikan patin yang pada saat ini dipasok dari Vietnam dapat diganti dengan pasokan dari Indonesia pada tahun berikutnya.

“Sebenarnya bisa masuk ikan patin buat katering haji. Kami sudah ada pembicaraan juga dengan pihak KKP(Kementerian Kelautan dan Perikanan), tapi karena waktunya terlalu mepet jadi belum bisa,” ungkapnya.

Fawzi Bawazir, pemilik Mohammed Bawazir for Trading Co Ltd, mengakui bahwa pihaknya meningkatkan kuantitas impornya dari Indonesia menjelang pelaksanaan ibadah haji. Kendati demikian, peningkatan itu tidak setinggi menjelang Ramadan.

“Penjualan sebelum Ramadan bisa naik tiga kali lipat. Kalau haji juga peningkat, tapi tak signifikan jika dibandingkan penjualan Ramadan,” ungkapnya.

Perusahaan ini merupakan perusahaan yang berkedudukan di Jeddah yang mengimpor produk makanan dan minuman dari PT Mayora. Adapun Abdul Halim, Key Account Manager PT Sami Alkathiri, mengatakan kuantitas produk Indonesia yang bisa dipasok ke Arab Saudi masih terbuka. Ini lantaran warga Arab Saudi senang dengan produk Indonesia karena pasti halal, kualitas dan kebersihannya juga terjamin.

PT Sami Alkathiri merupakan salah satu dari delapan perusahaan Arab Saudi yang mengimpor produk asal Indonesia. “Ikan tuna potensinya sangat besar bisa masuk ke sini,” imbuhnya.

Secara umum produk Indonesia sangat digandrungi masyarakat Arab Saudi. Ini karena kualitas produk Indonesia dan rasanya cocok dengan lidah orang Arab Saudi. “Masuknya jamaah haji Indonesia juga memperbesar pasar produk Indonesia di Arab Saudi Sehingga kami sangat berkepentingan mengimpor produk Indonesia,” kata Abdul Halim yang mengaku telah 20 tahun memasarkan produk Indonesia di Arab Saudi ini.

Sejatinya, dari segi harga, produk Indonesia lebih mahal jika dibandingkan dengan produk sejenis dari Thailand dan Vietnam. Menurut pengakuan Abdul Halim, hal itu dipicu tingginya biaya logistik di Tanah Air.

Kendati demikian, dalam setahun PT Sami Alkathiri bisa mengimpor 35 kontainer kecap dan saus dari Indonesia. Untuk mengamankan pasar yang sudah ada, Abdul Halim meminta Kemenag mensyaratkan perusahaan katering yang melayani makanan jamaah Indonesia untuk menggunakan bumbu dan bahan masakan produk Indonesia.
(don)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
6 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
8 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
9 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
9 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved