China Salahkan Pejabat Lokal soal Aksi Bela Masjid Weizhou

Kamis, 30 Agustus 2018 - 16:51 WIB
China Salahkan Pejabat...
China Salahkan Pejabat Lokal soal Aksi Bela Masjid Weizhou
A A A
BEIJING - Pemerintah China menyatakan, demo ribuan Muslim Hui untuk membela Masjid Agung Weizhou awal Agustus lalu disebabkan oleh kecerobohan pejabat lokal. Aksi bela masjid yang jarang terjadi itu dipicu informasi bahwa bangunan khas tersebut hendak dihancurkan terkait masalah izin pendiriannya.

Pihak Gubernur Ningxia dan pejabat Partai Komunis setempat mengatakan ketegangan di Kota Weizhou sudah mereda. Protes masaal itu telah menjadi tampilan perlawanan yang luar biasa berani terhadap upaya partai untuk mendikte bagaimana agama dipraktikkan.

"Tindakan pemerintah setempat yang ceroboh menyebabkan insiden ini," kata Bai Shangcheng, direktur jenderal dari Komite Partai Komunis untuk Departemen Front Kerja dan Persatuan, yang mengawasi kelompok-kelompok agama.

Pernyataan itu disampaikan Bai dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (30/8/2018). "Pejabat lokal telah diperintahkan untuk meninjau insiden itu dan menanganinya dengan benar dan sesuai hukum," ujar Bai.

"Situasi secara keseluruhan terkendali," lanjut dia, seperti dikutip Fox News.

Demo ribuan warga Muslim di Weizhou muncul di saat kelompok-kelompok agama merasa kebebasan mereka dipangkas ketika pemerintah berusaha memprioritaskan kesetiaan kepada Partai Komunis.

Masjid dan beberapa beberapa waktu lalu dilaporkan telah dilucuti citra religius-nya. Sedangkan anak-anak Tibet pindah dari kuil-kuil Buddha ke sekolah-sekolah umum.

Menurut Bai, Gubernur Ningxia sedang keluar dari provinsi ketika protes massal pecah. Kondisi itu membuat gubernur menunda penyampaian tanggapan resmi.

Setelah gubernur itu kembali, para pejabat lokal mengadakan pertemuan darurat, di mana pemerintah lokal diperintahkan untuk meninjau kembali tindakannya, dan berbicara dengan komunitas Muslim Weizhou.

"Penduduk setempat puas dengan penjelasan kami, tidak seperti yang dilaporkan oleh banyak media," kata Xian Hui, Gubernur Ningxia, dalam konferensi pers.

"Mereka dalam suasana hati yang baik sekarang serta menjalani kehidupan yang normal dan damai," imbuh Xian.

Para pejabat tersebut tidak memberikan rincian yang jelas tentang nasib Masjid Agung Weizhou yang dikenal dengan sebutan bangunan putih.

Bangunan masjid itu terdiri dari empat menara dan sembilan kubah dengan ujung berbentuk bulan sabit.

Meskipun ada jaminan ketenangan, Bai mengatakan Masjid Agung itu sendiri masih menjadi masalah. Dia tidak memberikan rincian jelas tentang masalah itu, tetapi Komisi Inspeksi Kedisiplinan distrik setempat mengatakan pada bulan Mei lalu bahwa pemerintah Weizhou telah gagal untuk memeriksa dengan benar apa yang dikatakannya sebagai ekspansi ilegal dalam pembangunan masjid tersebut.

"Masjid ini berbeda dari yang lain. Legalitasnya kontroversial," kata Bai.
(mas)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
1 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
1 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
1 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
2 jam yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
4 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
5 jam yang lalu
Infografis
Kecam Respons Universitas...
Kecam Respons Universitas atas Aksi Bela Gaza, 1.000 Wisudawan Harvard Walkout
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved