Rusia Sebut White Helmets Pasok Bahan Kimia Beracun ke Militan Suriah

Rabu, 29 Agustus 2018 - 06:51 WIB
Rusia Sebut White Helmets...
Rusia Sebut White Helmets Pasok Bahan Kimia Beracun ke Militan Suriah
A A A
MOSKOW - Pasokan besar bahan kimia telah dikirimkan ke militan di Idlib, Suriah, dengan bantuan kelompok White Helmets. Bahan kimia ini nantinya akan digunakan dalam aksi provokasi dan menyalahkan pemerintah Suriah atas serangan senjata kimia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

"Militer Rusia telah menerima informasi dari beberapa sumber di Provinsi Idlib bahwa pasokan besar zat beracun telah dibawa ke kota Saraqib oleh dua truk dari desa Afs," Mayor Jenderal Aleksey Tsygankov, kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Bahan-bahan kimia itu dikirim ke depot senjata, yang digunakan oleh kelompok militan Ahrar al-Sham, ditemani oleh delapan anggota organisasi White Helmets," ungkap Tsygankov, menambahkan bahwa kargo itu dipenuhi oleh dua komandan Ahrar al-Sham.

"Kemudian, sebagian dari muatan itu dimasukkan ke dalam tong plastik tanpa label dan diangkut ke markas militan lain di Idlib selatan untuk tahap penggunaan senjata kimia dan kemudian menyalahkan pasukan pemerintah yang menggunakan zat beracun terhadap warga sipil,” bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (29/8/2018).

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah merencanakan untuk mengatur serangan kimia palsu di Suriah. Itu dilakukan sebagai dalih untuk serangan terhadap pasukan pemerintah Suriah.

"Pengerahan USS Ross dengan 28 rudal jelajah Tomahawk di atas kapal ke Mediterania serta kedatangan kapal perang AS lainnya ke Teluk Persia dan Qatar adalah bagian dari persiapan serangan itu," kata Kementeriuan Luar Negeri Rusia.

Washington sebelumnya memperingatkan bahwa akan menanggapi senjata senjata kimia yang digunakan oleh pemerintah Suriah dengan serangan balasan. Serangan ini akan lebih kuat daripada yang dilakukan terhadap negara itu oleh AS, Inggris dan Perancis pada bulan April lalu.

Serangan itu dilakukan setelah laporan serangan kimia yang datang dari White Helmets, sebuah kelompok bantuan yang didukung Barat.
(ian)
Berita Terkait
Apakah Rusia Dukung...
Apakah Rusia Dukung Bashar al-Assad?
Kecam Invasi Israel...
Kecam Invasi Israel ke Suriah, Rusia Tarik Aset Militernya
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Rusia Akui Uji Coba...
Rusia Akui 'Uji Coba' Tank T-14 Armata di Suriah
Operasi Khusus Rusia-Suriah...
Operasi Khusus Rusia-Suriah Bebaskan Pasukan yang Ditawan Pemberontak
Rusia Tegaskan Barat...
Rusia Tegaskan Barat Dukung Para Teroris di Suriah
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
1 jam yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
2 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
3 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
4 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
5 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
6 jam yang lalu
Infografis
Untuk Lawan Rusia, AS...
Untuk Lawan Rusia, AS Kirim 90 Rudal Patriot dari Israel ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved