Militer Rusia Uji Coba Baju Perang Tentara Super Exoskeleton

Selasa, 28 Agustus 2018 - 23:37 WIB
Militer Rusia Uji Coba...
Militer Rusia Uji Coba Baju Perang Tentara Super Exoskeleton
A A A
MOSKOW - Militer Rusia telah meluncurkan prototipe untuk serat karbon exoskeleton yang dapat mengubah pasukannya menjadi tentara super.

Menurut kantor berita Rusia, Tass, pelindung tubuh itu cukup ringan namun sangat kuat dan akan memberikan cukup kekuatan ekstra kepada tentara untuk menembakkan senapan mesin hanya dengan satu tangan.

TsNiiTochMash, pabrikan peralatan terkemuka untuk militer Rusia, menawarkan rincian awal eksosuit di pameran tahunan Tentara Rusia. Pameran ini digambarkan sebagai pameran senjata dan peralatan militer terkemuka di dunia.

"Versi pasif dari baju besi ini telah digunakan oleh militer Rusia di Suriah, terutama untuk memungkinkan tentara membawa beban yang lebih berat, hingga 50kg, dengan menyebarkan beban di atas berbagai elemen jas," tulis The Daily Telegraph dalam sebuah laporan.

Namun, untuk versi aktif akan secara langsung meningkatkan kemampuan bertempur seorang prajurit. Menurut pihak pengembang, versi ini akan siap diluncurkan pada tahun 2025.

"Dilengkapi dengan motor listrik, eksosuit akan memungkinkan tentara untuk membawa lebih banyak peralatan tempur dan persenjataan, bergerak lebih cepat dan mencapai tujuan tempur dengan lebih efektif," tulis Tass.

Perancang utama baju zirah itu, Oleg Faustov, mengatakan bahwa uji coba sudah berlangsung dan hasil awalnya cukup menjanjikan.

"Dalam uji coba, exoskeleton mampu menembak dari senapan mesin hanya dengan satu tangan dan secara akurat mencapai target," katanya seperti dikutip dari The Week, Selasa (28/8/2018).

Menurut Telegraph, pelindung tubuh - yang telah dibandingkan dengan film sci-fi blockbuster 1987 RoboCop - juga dilengkapi dengan helm yang dilengkapi dengan sistem yang bertujuan menghitung jarak target sambil menampilkan kecepatan angin dan suhu udara.

Militer Rusia semakin terfokus pada potensi AI atau kecerdasan buatan dan robotika dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2016, Letnan Jenderal Andrey Grigoriev, kepala Advanced Research Foundation militer Rusia menyebut bahwa perang di masa depan akan ditentukan oleh sistem tempur tanpa awak, seperti dilaporkan oleh Rusia Today.

"Hari-hari tentara konvensional di medan perang segera akan berakhir," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
2 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
4 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
5 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
7 jam yang lalu
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved