Saudi Tegaskan Iran Tidak Bisa Tutup Selat Hormutz
Selasa, 28 Agustus 2018 - 19:41 WIB
Saudi Tegaskan Iran Tidak Bisa Tutup Selat Hormutz
A
A
A
RIYADH - Arab Saudi menegskan bahwa Iran tidak bisa menutup Selat Hormutz, baik sebagian ataupun sepenuhnya. Riyadh menyebut, Dewan Keamanan (DK) PBB dapat mengizinkan penggunaan kekuatan militer jika Iran memaksa menutup selat itu.
"Jika Iran menutup Straight of Hurmuz, DK PBB kemungkinan akan mengizinkan tindakan militer. Iran tidak dapat sepenuhnya, atau sebagian, menutup Selat Hormuz atau Bab al-Mandab," kata penasihat energi Saudi, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (28/8).
Seperti diketahui, Angkatan Laut Iran menyatakan telah mengendalikan Teluk Persia dan Selat Hormuz. Setiap kapal perang asing, terutama dari Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilarang memasuki kawasan perairan tersebut.
"Kami dapat memastikan keamanan Teluk Persia dan tidak perlu kehadiran alien seperti AS dan negara-negara yang rumahnya tidak di sini. Memiliki 'orang luar' mengoperasikan kapal bertenaga nuklir di Teluk menciptakan potensi masalah lingkungan bukan hanya bagi Iran tetapi tetangga Arab-nya juga," ujar komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran, Laksamana Muda Alireza Tangsiri.
Dia juga menuduh musuh Iran salah mengartikan kenyataan, di mana Teheran dituduh mengerahkan pasukan ke wilayah itu dan menjual senjatanya.
Komentar Tangsiri muncul beberapa pekan setelah media-media AS memperingatkan bahwa Teheran kemungkinan akan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting untuk ekspor minyak Teluk. Jalur itu setiap harinya dilewati kapal tanker pembawa 18,5 juta barel minyak mentah.
Pernyataan laksamana Iran itu mengusik militer AS, yang memandang dirinya sebagai pelindung utama keamanan dan stabilitas di Teluk. "AS dan sekutu Arab-nya siap untuk memastikan kebebasan navigasi dan arus perdagangan bebas di mana pun hukum internasional mengizinkan," kata Letnan Chloe Morgan, juru bicara Komando Pusat Angkatan Laut AS.
"Jika Iran menutup Straight of Hurmuz, DK PBB kemungkinan akan mengizinkan tindakan militer. Iran tidak dapat sepenuhnya, atau sebagian, menutup Selat Hormuz atau Bab al-Mandab," kata penasihat energi Saudi, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (28/8).
Seperti diketahui, Angkatan Laut Iran menyatakan telah mengendalikan Teluk Persia dan Selat Hormuz. Setiap kapal perang asing, terutama dari Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilarang memasuki kawasan perairan tersebut.
"Kami dapat memastikan keamanan Teluk Persia dan tidak perlu kehadiran alien seperti AS dan negara-negara yang rumahnya tidak di sini. Memiliki 'orang luar' mengoperasikan kapal bertenaga nuklir di Teluk menciptakan potensi masalah lingkungan bukan hanya bagi Iran tetapi tetangga Arab-nya juga," ujar komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran, Laksamana Muda Alireza Tangsiri.
Dia juga menuduh musuh Iran salah mengartikan kenyataan, di mana Teheran dituduh mengerahkan pasukan ke wilayah itu dan menjual senjatanya.
Komentar Tangsiri muncul beberapa pekan setelah media-media AS memperingatkan bahwa Teheran kemungkinan akan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting untuk ekspor minyak Teluk. Jalur itu setiap harinya dilewati kapal tanker pembawa 18,5 juta barel minyak mentah.
Pernyataan laksamana Iran itu mengusik militer AS, yang memandang dirinya sebagai pelindung utama keamanan dan stabilitas di Teluk. "AS dan sekutu Arab-nya siap untuk memastikan kebebasan navigasi dan arus perdagangan bebas di mana pun hukum internasional mengizinkan," kata Letnan Chloe Morgan, juru bicara Komando Pusat Angkatan Laut AS.
(esn)