Eks Bos CIA Sebut Presiden Trump Pemecah Belah Rakyat AS

Minggu, 26 Agustus 2018 - 02:21 WIB
Eks Bos CIA Sebut Presiden...
Eks Bos CIA Sebut Presiden Trump Pemecah Belah Rakyat AS
A A A
WASHINGTON - Hubungan antara Presiden Donald Trump dan mantan direktur CIA John Brennan telah memburuk setelah Brennan menganggap sang presiden sebagai pengkhianat Amerika Serikat (AS). Kali ini, mantan bos intelijen itu menyebut Trump sebagai pemecah belah rakyat Amerika yang bisa memicu kekerasan di berbagai jalan.

Brennan menganggap Presiden AS pengganti Barack Obama itu sebagai sosok pengkhianat ketika dia gagal mendukung posisi komunitas intelijen AS terkait dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu Amerika tahun 2016.

Dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara HBO, Bill Maher, John Brennan mengatakan bahwa Presiden Trump berusaha memecah belah populasi AS. Jika terus dibiarkan, dia khawatir negaranya akan dilanda kerusuhan.

"Saya benar-benar khawatir bahwa ketika dia terus bermain ke markasnya, dia semakin memecah kami, dan saya benar-benar khawatir ini bisa meluber ke jalan-jalan," katanya, yang dilansir Minggu (26/8/2018).

Dia menyerukan orang-orang di Gedung Putih, di Kabinet dan di Kongres untuk mencegah situasi agar tidak semakin memburuk. "Dan bertindak sebelum ada bencana nyata," ujarnya.

Sikap kritisi mantan bos intelijen ini telah mengusik Trump. Baru-baru ini, sang presiden mencabut izin keamanan untuk Brennan. Presiden menggambarkan Brennan sebagai sosok pembohong.

Secara historis mantan kepala intelijen dan lembaga penegak hukum telah diizinkan untuk mempertahankan akses ke informasi rahasia setelah layanan mereka ke pemerintah berakhir, sehingga mereka dapat berkonsultasi dengan penerus mereka.

Dalam pengumuman pencabutan izin keamanan, Trump mengatakan bahwa Brennan telah terlibat dalam "komentar hiruk pikuk" dan telah berusaha untuk menabur perpecahan dan kekacauan tentang administrasi Trump.

"Brennan baru-baru ini memanfaatkan statusnya sebagai mantan pejabat tinggi dengan akses ke informasi yang sangat sensitif untuk membuat serangkaian tuduhan tak berdasar dan keterlaluan, semburan liar di internet dan televisi tentang administrasi ini," kata Trump.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
3 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
5 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
5 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
7 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
8 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
9 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved