India Dikritik karena Tolak Bantuan Asing

Jum'at, 24 Agustus 2018 - 13:42 WIB
India Dikritik karena...
India Dikritik karena Tolak Bantuan Asing
A A A
NEW DELHI - India tidak akan menerima bantuan kemanusiaan dari pemerintah asing untuk para korban banjir di negara bagian Kerala. Pernyataan itu muncul setelah ada tawaran bantuan dari Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA). Keputusan menolak bantuan asing itu memicu kritik dari oposisi yang menyeru diakhirinya penderitaan para korban banjir di Kerala.

Saat ini bencana itu telah menewaskan sekitar 400 orang dan memaksa 1 juta warga mengungsi. Pemerintahan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi hanya mengumumkan bantuan 6 miliar rupee, padahal permintaan dari Kerala paling sedikit 20 miliar rupee.

Modi menjanjikan lebih banyak bantuan dan pemerintahannya akan memenuhi kebutuhan itu melalui upaya domestik. “Pemerintah India sangat mengapresiasi tawaran dari beberapa negara, termasuk pemerintah asing untuk membantu pemulihan dan rehabilitasi setelah banjir tragis di Kerala,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) India, dikutip kantor berita Reuters.

“Sesuai dengan kebijakan yang ada, pemerintah berkomitmen memenuhi kebutuhan untuk pemulihan dan rehabilitasi melalui upaya domestik,” demikian yang disampaikan Kemenlu. Pekan ini UEA menawarkan bantuan USD100 juta dan Qatar menawarkan USD5 juta.

Banyak warga Kerala tinggal dan bekerja di negara-negara Teluk itu. Musim hujan di Kerala sejak Rabu (8/8) telah menewaskan 231 orang, menghancurkan puluhan ribu rumah, serta menyapu sejumlah jembatan dan jalan. Kerugian akibat banjir dan tanah longsor diperkirakan sebesar USD2,85 miliar.

Hujan mulai reda selama akhir pekan lalu saat fokus pemerintah beralih dari penylamatan menjadi pemulihan dan rehabilitasi. Oposisi utama Partai Kongres menuduh Modi memperburuk bencana itu dengan tidak memberikan bantuan lebih banyak dan menghalangi bantuan asing.

“Keputusan ini sangat mengecewakan rakyat Kerala,” kata Ketua Partai Kongres dan mantan Kepala Menteri Kerala Oommen Chandy dalam surat terbuka pada Modi.

Chandy menambahkan, berbagai aturan itu seharusnya mereka menghapus penderitaan rakyat.“Jika ada penghalang apapun untuk menerima bantuan asing, maka cermati masalah itu dengan serius dan lakukan perubahan yang di perlukan.”

Kemenlu India menyatakan, pemerintah akan menyambut kontribusi pada Dana Pemulihan Perdana Menteri dan Dana Pemulihan Kepala Menteri dari berbagai yayasan, warga India di luar negeri dan dari rakyat India. Menteri Keuangan Kerala Thomas Isaac menjelaskan, pemerintah pusat harus mengganti kerugian karena menolak bantuan asing.
(don)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Longsor di Manipur India,...
Longsor di Manipur India, Belasan Orang Tewas
Berita Terkini
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
11 menit yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
58 menit yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
2 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
3 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
4 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved