Trump dan Jaksa Agung AS Jeff Sessions Berseteru

Jum'at, 24 Agustus 2018 - 03:59 WIB
Trump dan Jaksa Agung...
Trump dan Jaksa Agung AS Jeff Sessions Berseteru
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump dan Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) Jeff Sessions berseteru setelah dugaan kolusi antara tim kampanye Trump dan Rusia dalam pemilu 2016 terus diselidiki. Trump dilaporkan akan memecat Sessions dari jabatannya.

Perseteruan ini mengejutkan, karena Sessions sebelumnya adalah bagian dari tim kampanye Trump saat pemilu 2016. Namun, kini dia terkesan melawan "bos"-nya demi menjaga independensi Departemen Kehakiman dari tekanan politik.

Dalam wawancara di program "Fox & Friends" Trump mengatakan bahwa Sessions tidak pernah mengambil kendali Departemen Kehakiman. Dia mengkritik mantan senator Alabama itu karena tiba-tiba mengundurkan diri dari perannya dalam penyelidikan dugaan kolusi antara kampanye Trump dan Rusia dalam pemilu AS tahun 2016.

"Sessions mengambil pekerjaan dan kemudian dia berkata, 'Saya akan mengundurkan diri'. Saya mengatakan, pria macam apa ini?," kecam Trump.

Sessions dengan cepat merespons tuduhan Trump bahwa dia tidak memegang kendali Departemen Kehakiman AS.

"Saya mengambil alih Departemen Kehakiman pada hari saya dilantik, itulah sebabnya kami memiliki kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam menjalankan agenda Presiden," kata Sessions dalam pernyataan, yang di-posting di Twitter oleh juru bicara Departemen Kehakiman Sarah Isgur Flores.

Perseteruan Trump dan Sessions terjadi di tengah spekulasi bahwa Sessions akan dipecat. Sebelumnya, pada hari Kamis, Senator Lindsey Graham mengatakan bahwa Trump dapat memecat Sessions setelah tengah semester November.

"Saya kira akan ada waktunya, lebih cepat daripada nanti, di mana akan ada waktu untuk memiliki wajah baru dan suara segar di Departemen Kehakiman," kata Graham kepada wartawan.

Graham, seorang senator berpengaruh di Komite Kehakiman Senat, mengatakan bahwa Sessions tidak memiliki kepercayaan dari presiden.

Pernyataan dari Sessions dirilis saat Jaksa Agung sedang menuju ke Gedung Putih untuk membahas reformasi hukuman pidana dengan presiden dan Jared Kushner, menantu yang juga penasihat senior presiden.

"Sementara saya sebagai Jaksa Agung, tindakan Departemen Kehakiman tidak akan dipengaruhi secara tidak benar oleh pertimbangan politik. Saya menuntut standar tertinggi, dan di mana mereka tidak dipenuhi, saya mengambil tindakan," bunyi pernyataan Sessions, seperti dikutip Reuters, Jumat (24/8/2018).

"Namun, tidak ada bangsa yang memiliki kelompok penyidik ​​dan jaksa penegak hukum yang lebih berbakat dan lebih berdedikasi daripada Amerika Serikat. Saya bangga melayani bersama mereka dan bangga dengan pekerjaan yang telah kami lakukan dengan berhasil memajukan supremasi hukum."
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
12 menit yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
51 menit yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
1 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
2 jam yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
2 jam yang lalu
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved