Jong-un Kesal Pabrik Medis Korut Ketinggalan Zaman

Selasa, 21 Agustus 2018 - 15:05 WIB
Jong-un Kesal Pabrik...
Jong-un Kesal Pabrik Medis Korut Ketinggalan Zaman
A A A
SEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengkritik sektor kesehatan negaranya. Ini adalah kritik terbaru diktator muda Korut itu sebagai bagian dari kampanyenya untuk mempercepat pembangunan ekonomi.

Sejak pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Singapura, Jong-un telah melakukan serangkaian kunjungan ke berbagai lokasi industri dan pabrik. Ia kerap mengkritik lambannya pengembangan yang dilakukan.

Selama kunjungan ke Pabrik Peralatan Medis Myohyangsan di provinsi North Phyongan di timur laut ibu kota Pyongyang, Jong-un sangat mengutuk kurangnya modernisasi yang terlihat di pabrik. Begitu laporan yang diturunkan media milik Korut, KCNA.

"Mengatakan tidak ada yang bisa dibanggakan di sektor kesehatan masyarakat, Jong-un berjanji memberikan perhatian pribadi untuk pekerjaan memperbarui pabrik agar sesuai dengan tujuan untuk secara radikal meningkatkan produksi domestik, otomatisasi dan modernisasi," kutip Reuters dari KCNA, Selasa (21/8/2018).

Pada hari Minggu, KCNA melaporkan, dalam pemeriksaan lokasi lain ke Samjiyon, sebuah wilayah utara dekat China, Jong-un mengkritik pengerjaan yang buruk di jalur kereta api ke perbatasan dengan China akan diselesaikan tahun depan. Ia menyerukan bahkan roadbeds, pembangunan bebas kecelakaan dan peningkatan produksi listrik, menurut laporan KCNA pada hari Minggu.

Setelah meluncurkan sejumlah rudal balistik tahun lalu - termasuk satu yang diyakini mampu menyerang Amerika Serikat di mana saja - Jong-un sejak itu menangguhkan program pengujiannya dan memulai upaya untuk memacu pembangunan ekonomi di negara yang secara politik dan ekonomi terisolasi.

Korut berpendapat bahwa langkahnya untuk mengakhiri uji coba rudal dan senjata nuklir harus diakui dengan mengurangi sanksi internasional yang diberlakukan oleh Dewan Keamanan PBB dan sejumlah negara karena program senjatanya.

Selama perjalanan ke Wonsan baru-baru ini, Jong-un mengatakan pembangunan yang sedang berlangsung dari daerah wisata pantai di sana mewakili kebuntuan akut dengan kekuatan musuh yang mencoba untuk menahan rakyat Korea melalui sanksi dan blokade gadungan. Ia menggambarkan pengerjaan konstruksi itu sebagai perjuangan do-or-die "dalam" waktu yang sulit seperti sekarang, KCNA melaporkan minggu lalu.

Untuk menekan Korut agar menghentikan program nuklir dan rudalnya, Dewan Keamanan PBB melarang penjualan batu bara, besi, bijih besi, timbal, bijih timah dan makanan laut dalam upaya untuk memangkas sepertiga pendapatan ekspor tahunan negara itu sebesar USD3 miliar. Selain itu juga diberlakukan pembatasan impor minyak mentah dan produk minyak murni.

Amerika Serikat, yang telah memimpin kampanye sanksi, juga telah meningkatkan sanksi terhadap Korut, dan mengatakan tidak akan mengurangi tekanan sampai Pyongyang menyerahkan senjata nuklirnya.
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Potret Blusukan Kim...
Potret Blusukan Kim Jong Un, Cek Langsung Padi Usai Pyongan Selatan Diterjang Banjir
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Kim Jong Un Nongkrong...
Kim Jong Un Nongkrong di Tepi Sawah, Pantau Kawasan Terhantam Topan
Dilaporkan Koma, Korea...
Dilaporkan Koma, Korea Utara Rilis Foto Baru Kim Jong-un
Inikah Putri Kim Jong-un?
Inikah Putri Kim Jong-un?
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
43 menit yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
1 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
2 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
3 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
4 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
5 jam yang lalu
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved