Paris Pasang Kotak Kompos Urine yang Bikin Publik Marah

Kamis, 16 Agustus 2018 - 18:05 WIB
Paris Pasang Kotak Kompos...
Paris Pasang Kotak Kompos Urine yang Bikin Publik Marah
A A A
PARIS - Otoritas Paris memasang kotak kompos urine bagi publik. Namun, fasilitas untuk buang air kecil yang limbahnya diolah langsung itu memicu kemarahan warga karena dipasang di tempat terbuka.

Kotak kompos urine itu sejatinya terobosan dari otoritas Kota Paris, Prancis, dalam hal pengolah limbah yang ramah lingkungan. Kotak kompos air seni itu dinamai sebagai "uritrottoir".

Lantaran dipajang di tempat-tempat terbuka, kotak tempat buang air kecil warna merah ini bukan menuai pujian. Tapi, cemoohan dan amarah dilontarkan para penduduk lokal dan turis asing yang berkunjung.

"Ini sedikit aneh...tetapi jika Anda perlu lebih baik daripada di jalan," kata Jonathan, seorang turis asal New York yang memeriksa fasilitas persegi yang dipasang di dekat tanaman di pinggir jalan. Sekilas, fasilitas ini tidak mempedulikan privasi pengguna.

"Ini sedikit di tempat terbuka, beberapa orang mungkin merasa tidak nyaman," katanya, menambahkan bahwa beberapa perahu penuh turis yang melaju di sepanjang sungai Seine, leluasa menonton.

Menurut Faltazi, lembaga desain Prancis, kotak kompos urine ini "menyulap" urine manusia menjadi kompos organik, di mana air seni akan diserap dengan jerami yang dapat dengan mudah dikomposkan.

Setidaknya, ada tiga kotak yang dipasang di Ile Sainte-Louis di dekat Sungai Seine. Lokasinya tidak jauh dari Gereja Katedral Notre Dame.

Warga lokal, Francoise, mengaku marah dengan kehadiran kotak kompos urine tersebut."Benar-benar tidak terlalu menarik," katanya, seperti dikutip news.com.au, Kamis (16/8/2018).

"Saya suka, tapi menaruhnya di sini adalah ide yang buruk," ujar Gregory, seorang fotografer berusia 43 tahun yang telah tinggal di pulau itu selama tiga tahun terakhir.

Balai Kota Paris mengaku telah memasang fasilitas itu atas permintaan warga. Namun, pemerintah kota mengklaim proyek kotak kompos urine itu masih dalam tahap uji coba.

Uritrottoir dapat diakses oleh kendaraan untuk dikosongkan dan diganti jeraminya setiap tiga minggu sekali.

Kritik lain adalah uritrottoir hanya melayani kaum pria.
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
1 jam yang lalu
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
2 jam yang lalu
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
3 jam yang lalu
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
3 jam yang lalu
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
4 jam yang lalu
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved