Kubu Oposisi Unjuk Rasa Desak Pembubaran Pemerintah

Senin, 13 Agustus 2018 - 11:51 WIB
Kubu Oposisi Unjuk Rasa...
Kubu Oposisi Unjuk Rasa Desak Pembubaran Pemerintah
A A A
BUCHAREST - Oposisi Rumania berunjuk rasa di berbagai kota besar untuk mengecam korupsi dan meminta pemerintahan Sosial Demokrat mundur. Unjuk rasa memasuki hari kedua kemarin.Demonstrasi berjalan damai pada Jumat (10/8), namun polisi anti huruhara menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa di pusat Bucharest. Ratusan orang terluka dalam unjuk rasa itu. Sebanyak 40.000 orang berkumpul di depan kantor pemerintahan di ibu kota pada Sabtu (11/8) malam, lebih sedikit daripada 100.000 orang pada malam sebelumnya. Mereka meneriakkan “Mundur! Mundur!” sambil meniup vuvuzela dan mengibarkan bendera Rumania serta Uni Eropa (UE).
Rumania merupakan negara dengan 20 juta jiwa warga yang menjadi lokasi stasiun pertahanan rudal balistik Amerika Serikat (AS). Rumania masih menjadi negara termiskin dan paling korup di UE. Ribuan demonstran berunjuk rasa menentang korupsi dan para politisi yang berupaya melindungi para tersangka korupsi.

Para pengunjuk rasa berkumpul di kota Cluj, Sibiu, dan Brasov di Timisoara yang berbatasan dengan Serbia dan di kota Iasi bagian timur. Unjuk rasa damai berulang kali digelar sejak Sosial Demokrat berkuasa pada awal 2017. Partai berkuasa itu hendak melindungi para tersangka korupsi.

Awal tahun ini anggota legislatif dari Sosial Demokrat mendorong perubahan undang-undang (UU) kriminal melalui parlemen. Langkah ini mengkhawatirkan Komisi Eropa dan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS. Perubahan UU itu mendapat tantangan di Pengadilan Konstitusional. Ketua Partai Sosial Demokrat dan ketua majelis rendah Liviu Dragnea divonis penjara tiga setengah tahun oleh Mahkamah Agung (MA) pada Juni karena dakwaan penyalahgunaan jabatan.

Keputusan itu masih menunggu proses banding. Dalam surat terbuka, Dragnea yang dianggap sebagai pemimpin de facto pemerintahan itu menyatakan partainya dan pemerintah tidak akan tunduk pada tekanan publik untuk mundur.

“Saya ingin tegaskan pada semua rakyat Rumania bahwa parlemen tidak akan membiarkan siapa saja membubarkan demokrasi, mencabut hak asasi dan kebebasan individu, meng ubah hasil pemilu dan meng ganggu ketertiban di negara Rumania melalui kekerasan,” tulis dia dikutip kantor berita Reuters, kemarin.
(don)
Berita Terkait
Ratusan Buku Bersejarah...
Ratusan Buku Bersejarah Senilai Rp47 Miliar Ditemukan Terkubur di Rumania
Mantan Model Playboy...
Mantan Model Playboy Beri Napas Baru Klub Rumania Hermannstadt
Diangkat Jadi Direktur,...
Diangkat Jadi Direktur, Target Pertama Model Cantik Rebecca Dumitrescu Pecat Pelatih
Hakim Iran yang Dituduh...
Hakim Iran yang Dituduh Korupsi Ditemukan Tewas di Hotel Rumania
Empat Warga Negara Rumania...
Empat Warga Negara Rumania Diusir dari Bali, Kenapa?
Pesawat Tak Dikenal...
Pesawat Tak Dikenal Melintasi Wilayah Udara 4 Negara Eropa
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
2 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
3 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
4 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
6 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
7 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved