Protes Korupsi, Demo Besar Anti-Pemerintah Pecah di Rumania

Minggu, 12 Agustus 2018 - 07:33 WIB
Protes Korupsi, Demo...
Protes Korupsi, Demo Besar Anti-Pemerintah Pecah di Rumania
A A A
BUCHAREST - Demo besar-besaran untuk memprotes korupsi pecah di Bucharest dan kota-kota besar lain di Rumania. Mereka menuntut pemerintah berkuasa dari kubu Sosial Demokrat mengundurkan diri.

Demo sudah berlangsung sejak hari Jumat. Aksi yang semula berjalan damai berubah jadi rusuh, di mana polisi anti-huru-hara menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk membubarkan massa di pusat Kota Bucharest.

Ratusan orang termasuk demonstran dan polisi membutuhkan bantuan medis akibat bentrok.

Sekitar 40.000 orang berkumpul di depan kantor-kantor pemerintah di ibu kota pada Sabtu malam. Mereka berteriak "Pengunduran diri! Pengunduran diri!", sembari meniup vuvuzela. Massa juga melambaikan bendera Rumania dan Uni Eropa.

Rmania, sebuah negara berpenduduk 20 juta yang menjadi tuan rumah sebuah stasiun pertahanan rudal balistik Amerika Serikat, tetap berada di antara anggota Uni Eropa yang paling miskin dan paling korup.

Ribuan demonstran menentang praktik korupsi oleh para politisi juga terjadi di Kota Transylvania Cluj, Sibiu dan Brasov, di wilayah Timisoara yang berbatasan dengan Serbia.

Unjuk rasa damai telah berulang kali digelar sejak kubu faksi Demokrat Sosial mengambil alih kekuasaan pada awal 2017. Pemerintah berkuasa dianggap telah mendekriminalisasi beberapa pelanggaran korupsi.

Awal tahun ini, para anggota legislatif yang berkuasa mendorong perubahan pasal kriminal melalui parlemen. Tindakan itu menarik perhatian dari Komisi Eropa dan Departemen Luar Negeri AS. Amandemen peraturan itu sedang diajukan ke Mahkamah Konstitusi.

Pemimpin Demokrat Sosial yang juga Ketua Majelis Rendah Liviu Dragnea dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara oleh Mahkamah Agung pada bulan Juni karena membuat hasutan untuk menyalahgunakan jabatan. Keputusan hukumnya belum rampung karena dia mengajukan banding.

Dalam sebuah surat terbuka, Dragnea, yang dipandang sebagai pemimpin de facto pemerintah, mengatakan partainya dan pemerintah tidak akan tunduk pada tekanan publik untuk mengundurkan diri.

"Saya ingin meyakinkan semua warga Rumania bahwa parlemen tidak akan mengizinkan siapa pun untuk membubarkan demokrasi, menangguhkan hak-hak dan kebebasan individu, mengubah hasil pemilu dan menggulingkan ketertiban di negara Rumania melalui kekerasan," tulis dia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Minggu (12/8/2018).
(mas)
Berita Terkait
Ratusan Buku Bersejarah...
Ratusan Buku Bersejarah Senilai Rp47 Miliar Ditemukan Terkubur di Rumania
Mantan Model Playboy...
Mantan Model Playboy Beri Napas Baru Klub Rumania Hermannstadt
Diangkat Jadi Direktur,...
Diangkat Jadi Direktur, Target Pertama Model Cantik Rebecca Dumitrescu Pecat Pelatih
Hakim Iran yang Dituduh...
Hakim Iran yang Dituduh Korupsi Ditemukan Tewas di Hotel Rumania
Empat Warga Negara Rumania...
Empat Warga Negara Rumania Diusir dari Bali, Kenapa?
Pesawat Tak Dikenal...
Pesawat Tak Dikenal Melintasi Wilayah Udara 4 Negara Eropa
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
27 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
4 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved