Korut Dilaporkan Tolak Semua Proposal Denuklirisasi AS

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 08:29 WIB
Korut Dilaporkan Tolak...
Korut Dilaporkan Tolak Semua Proposal Denuklirisasi AS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah berulang kali membuat proposal denuklirisasi untuk Korea Utara (Korut), yang semuanya telah ditolak. Hal itu diungkapkan sumber diplomatik senior.

"Amerika Serikat telah membuat, dan terus membuat proposal spesifik untuk memulai dan melanjutkan ke titik akhir denuklirisasi sepenuhnya yang diverifikasi, termasuk waktu," kata sumber-sumber tersebut.

"Korea Utara menolak semua proposal ini, mengingat mereka "seperti gangster," kata salah satu sumber seperti dikutip CNN, Sabtu (11/8/2018).

Sementara AS menuntut denuklirisasi penuh dan dapat diverifikasi serta mengarakan akan mempertahankan sanksi sampai itu terjadi. Sementara Korut mengatakan ingin agar tekanan sanksi dicabut dan perjanjian damai sebelum akan mengambil langkah lebih lanjut.

Baca: Media Korut: Perjanjian Damai Dulu, Denuklirisasi Kemudian

"Negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat dan Korea Utara bergantung pada keinginan Washington untuk membuat langkah berani dan menyetujui perjanjian damai dengan Pyongyang," menurut seorang pejabat dengan pengetahuan yang mendalam tentang posisi Korut dalam masalah ini.

AS telah meminta sikap besar Korut, dalam bentuk menyerahkan sebagian senjata nuklirnya dalam waktu dekat. Namun sumber-sumber diplomatik itu tidak tahu berapa persentase atau jangka waktunya.

"Kim Jong-un bersikeras dia akan membuat langkah menuju denuklirisasi jika AS membuat langkah dalam masalah keamanan - mungkin berarti proposal perdamaian - tetapi akan bergerak sebaliknya," kata sumber diplomatik.

Pyongyang menunjuk pada gerakan niat baik yang mereka katakan telah mereka buat, termasuk menghentikan pengujian rudal dan pemulangan sisa-sisa jasad tentara Amerika, dengan alasan bahwa AS mundur.

Pada hari Kamis, Korut mengeluarkan pernyataan yang tegas di PBB, mengatakan bahwa unsur-unsur pemerintah AS tidak mengikuti semangat dialog yang dibentuk oleh Trump dan Kim Jong-un saat KTT di Singapura.

Pyongyang mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah denuklirisasi praktis seperti menghentikan uji nuklir dan uji coba ICBM serta langkah-langkah luas seperti repatriasi korban Perang Korea.

"AS menanggapi harapan kami dengan menghasut sanksi internasional dan tekanan terhadap Korea Utara," kata misi Korut di PBB.

Baca: Korut Sebut AS Kurang Sopan Santun dalam Pembicaraan Nuklir

Pernyataan itu, yang dikreditkan kepada Kementerian Luar Negeri Korut, tidak menyalahkan Trump, tetapi menunjuk sejumlah pejabat tingkat tinggi dalam pemerintahan AS, yang dikatakannya akan menentang kehendak Presiden. Pernyataan itu juga menyuarakan kecaman terhadap pendekatan pemerintahan sebelumnya terhadap Korut yang dibuat Trump sendiri.

Pernyataan itu tampaknya dimaksudkan menyasar khalayak di AS. Pasalnya, pernyataan itu dirilis dalam bahasa Inggris oleh misi Korut untuk PBB di New York, bukan hanya melalui Kantor Berita Pusat Korea yang dikelola negara yang kerap memuat pengumuman pemerintah.

Departemen Luar Negeri AS tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar terkait hal ini.
(ian)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
29 menit yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
1 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
2 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
3 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
4 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved