Uni Eropa Bakal Blokir Sanksi AS Terhadap Iran

Selasa, 07 Agustus 2018 - 11:11 WIB
Uni Eropa Bakal Blokir...
Uni Eropa Bakal Blokir Sanksi AS Terhadap Iran
A A A
BRUSSELS - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menerapkan kembali dua gelombang baru sanksi terhadap Iran. Sanksi tersebut menyasar beberapa sektor ekonomi dan industri. Hal ini mendorong Uni Eropa (UE) mengambil tindakan balasan.

Dalam sebuah pernyataan, Komisi Eropa mengatakan UE akan memblokir sanksi AS terhadap Teheran. Ini dilakukan untuk melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan UE yang melakukan bisnis dengan Iran.

"Karena gelombang pertama dari sanksi AS yang dikenakan kembali ke Iran mulai berlaku, Statuta Pemblokiran yang diperbarui Uni Eropa mulai berlaku pada 7 Agustus untuk mengurangi dampaknya terhadap kepentingan perusahaan-perusahaan Uni Eropa yang melakukan bisnis yang sah di Iran," kata komisi itu dalam rilisnya seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (7/8/2018).

Amandemen terhadap Statuta Pemblokiran disetujui pada 16 Juli oleh Menteri Luar Negeri anggota UE. Undang-undang yang diperbarui itu diharapkan bisa membatalkan keputusan hukum dan tindakan administratif Washington dalam kerangka sanksi anti-Iran di wilayah Eropa. Oleh karena itu, undang-undang tersebut melarang perusahaan-perusahaan yang berbasis di UE untuk mematuhi pembatasan AS.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis sebelumnya pada hari Senin, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini dan menteri luar negeri Prancis, Jerman, dan Inggris menyatakan penyesalan mereka atas penjatuhan kembali sanksi AS terhadap Iran. Sebelumnya sanksi itu telah dicabut sebagai bagian dari kesepakatan multilateral program nuklir Tehran.

Mereka lebih lanjut menjelaskan bahwa JCPOA telah bekerja, dan program nuklir Iran adalah damai sebagaimana ditegaskan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam 11 laporan berturut-turut.

Senator AS Richard Durbin dalam siaran pers menyatakan keprihatinan bahwa langkah Trump akan memecah Amerika Serikat dan sekutunya.

"Tindakan hari ini, sekali lagi, membuat AS melanggar kesepakatan ini (JCPOA)," kata Durbin.

"Ini berisiko membuka kembali konflik yang diselesaikan, dan akan memecah kami lebih jauh dari sekutu Eropa kami. Kebijakan luar negeri Presiden Trump adalah pertaruhan berbahaya dengan senjata nuklir," imbuhnya.

Perjanjian nuklir dengan Iran, Durbin menambahkan, telah bekerja, dan terus bekerja.
(ian)
Berita Terkait
Buntu, Iran Minta Bantuan...
Buntu, Iran Minta Bantuan Eropa Kembalikan AS ke Perjanjian Nuklir
UE: Pembicaraan untuk...
UE: Pembicaraan untuk Hidupkan Kembali Kesepakatan Nuklir Iran Hampir Rampung
Negosiator Pembicaraan...
Negosiator Pembicaraan Nuklir AS, UE dan Iran Gelar Pertemuan Mendadak di Wina
AS dan Eropa Khawatir...
AS dan Eropa Khawatir Israel Sedang Persiapkan Serangan ke Iran
Tim Inspektur IAEA Pertama...
Tim Inspektur IAEA Pertama Kembali ke Iran, Bersiap Mulai Bekerja
Iran Ingatkan Eropa...
Iran Ingatkan Eropa dan AS Tidak Buat Permintaan Aneh Soal Kesepakatan Nuklir
Berita Terkini
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
13 menit yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
1 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
2 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
3 jam yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
4 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved