Iran Sebut AS 'Menyesal' Mundur dari Kesepakatan Nuklir
Rabu, 01 Agustus 2018 - 18:15 WIB
Iran Sebut AS 'Menyesal' Mundur dari Kesepakatan Nuklir
A
A
A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyatakan, Amerika Serikat (AS) harus menyalahkan dirinya sendiri untuk mengakhiri pembicaraan dengan Teheran ketika mundur dari kesepakatan nuklir. Ini adalah respon terbaru atas tawaran dialog yang disampaikan oleh Presiden AS, Donald Trump.
"AS hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena menarik keluar (dari kesepakatan nuklir) dan meninggalkan meja," kata Zarif melalui akun Twitternya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (1/8).
Sementara itu, Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Motahari menuturkan, memulai sebuah pembicaraan dengan AS pada saat ini tidak lebih dari sebuah pelanggaran dan juga penghinaan untuk Tehran.
"Sekarang bukan waktu yang tepat untuk memasuki perundingan dengan AS karena itu merupakan pelanggaran dan penghinaan," kata Motahari.
Sebelumnya, Trump menyatakan dia yakin pembicaraan dengan Iran mungkin akan dilakukan dalam waktu dekat, meskipun adanya penolakan dari Teheran terhadap tawaran yang dia sampaikan.

"Saya memiliki perasaan bahwa mereka (Iran) akan berbicara kepada kami segera, tapi mungkin juga tidak, dan itu tidak apa-apa," kata Trump saat berbicara di depan pendukungnya di Tampa, Florida.
"AS hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena menarik keluar (dari kesepakatan nuklir) dan meninggalkan meja," kata Zarif melalui akun Twitternya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (1/8).
Sementara itu, Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Motahari menuturkan, memulai sebuah pembicaraan dengan AS pada saat ini tidak lebih dari sebuah pelanggaran dan juga penghinaan untuk Tehran.
"Sekarang bukan waktu yang tepat untuk memasuki perundingan dengan AS karena itu merupakan pelanggaran dan penghinaan," kata Motahari.
Sebelumnya, Trump menyatakan dia yakin pembicaraan dengan Iran mungkin akan dilakukan dalam waktu dekat, meskipun adanya penolakan dari Teheran terhadap tawaran yang dia sampaikan.
"Saya memiliki perasaan bahwa mereka (Iran) akan berbicara kepada kami segera, tapi mungkin juga tidak, dan itu tidak apa-apa," kata Trump saat berbicara di depan pendukungnya di Tampa, Florida.
(esn)