Ahed Tamimi Dibebaskan dari Penjara Israel

Senin, 30 Juli 2018 - 16:16 WIB
Ahed Tamimi Dibebaskan...
Ahed Tamimi Dibebaskan dari Penjara Israel
A A A
NABI SALEH - Gadis remaja Palestina Ahed Tamimi, 17, dibebaskan dari penjara Israel, kemarin, setelah menyelesaikan hukuman penjara karena menampar dan menendang tentara Israel.

Tamimi terus menyerukan perjuangan melawan pendudukan Israel di Tepi Barat. Seruan ini pun didukung Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Tamimi menjadi pahlawan bagi rakyat Palestina setelah insiden pada Desember lalu di luar rumahnya di Desa Nabi Saleh.Warga desa itu selama bertahun-tahun menggelar kampanye menentang penyitaan lahan oleh Israel hingga memicu konfrontasi dengan militer Israel dan pemukim Yahudi. Israel menganggap insiden itu sebagai provokasi setelah ibu Tamimi mengunggah video penamparan itu di Facebook. Gadis Palestina itu berusia 16 tahun saat ditahan. Dia menghadapi 12 dakwaan, termasuk penyerangan terhadap tentara Israel yang bersenjata lengkap.
Pada Maret lalu, dia divonis hukuman penjara delapan bulan dihitung sejak dia ditahan pada Desember. Tamimi yang mengenakan kerudung warna hitam dan putih khas Arab itu disambut puluhan orang saat memberikan pernyataan singkat di depan rumah warga Desa Nabi Saleh yang tewas oleh tentara Israel. “Dari rumah martir ini, saya katakan: perlawanan berlanjut hingga pendudukan hengkang. Semua tahanan wanita di penjara dalam kondisi kuat dan saya berterima kasih pada siapa saja yang berdiri bersama saya saat saya di penjara,” kata dia.

Dia pun menggelar konferensi pers pada pukul 4 sore waktu setempat. Warga Palestina ingin Tepi Barat menjadi bagian negara masa depan mereka bernama Yerusalem Timur dan Tepi Barat. Sebagian besar negara menganggap permukiman Yahudi di Tepi Barat itu ilegal. Meski demikian Israel terus membangun permukiman baru di Tepi Barat. Negosiasi damai yang disponsori Amerika Serikat (AS) untuk solusi dua negara telah terhenti sejak 2014. Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pernyataan yang dirilis kantor berita Wafa setelah dia bertemu Tamimi dan ibunya menyebut gadis remaja itu sebagai contoh perlawanan damai.

“Remaja itu model perlawanan sipil damai, membuktikan pada dunia bahwa rakyat kami Palestina akan melawan dengan keras dan konstan untuk mempertahankan tanah mereka, tidak peduli apa pengorbanannya,” kata Abbas. Kasus Tamimi itu menarik perhatian global. Amnesty Internasional menyatakan setelah vonis hukuman terhadap Tamimi bahwa keputusan pengadilan Israel itu melanggar hukum internasional.
(don)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
1 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
2 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
3 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
4 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved