AS Bantah Bayar Korut Terkait Pemulangan Jasad Korban Perang Korea

Minggu, 29 Juli 2018 - 17:13 WIB
AS Bantah Bayar Korut...
AS Bantah Bayar Korut Terkait Pemulangan Jasad Korban Perang Korea
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) membantah telah memberikan sejumlah uang kepada Korea Utara (Korut) terkait dengan pemulangan jasad tentara AS yang tewas dalam perang Korea.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert menyatakan, AS sejatinya boleh untuk memberikan sejumlah uang kepada Korut, atau negara lainnya sebagai ganti atas biaya perawatan dan pemulangan jasad tentara AS. Namun, dalam kasus Korut, Pyongyang tidak meminta uang itu dan AS juga tidak berinisiatif untuk membayarnya.

"Menteri Pertahanan memiliki wewenang untuk mengganti uang Korut, atau negara lain, untuk biaya yang terkait dengan pemulihan dan penyimpanan jasad. Dalam contoh ini, Korut tidak meminta uang dan tidak ada uang yang diberikan," kata Nauert, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (29/7).

Terkait pemulangan jasad tentara AS, Menteri Pertahanan AS, James Mattis mengatakan bahwa keputusan Korut untuk menyerahkan 55 peti mati yang diyakini jasad tentara AS dan sekutu menetapkan suasana dan nada positif untuk hal-hal lain dalam diplomasi internasional.

Namun, ia juga mengungkapkan bahwa peninjauan harus dilakukan sebelum secara resmi menerima tawaran dari musuh lama AS itu.
Perang Korea merenggut nyawa lebih dari36.000tentara AS, 130 ribu pasukan Korea Selatan (Korsel), dan lebih dari 2.000 sekutu, serta ratusan ribu tentara China dan Korut. Sampai hari ini, sisa-sisa sekitar 7.700 personel AS belum ditemukan.

Mattis menyebut langkah terbaru Korut sebuah kesempatan untuk memberi keluarga mereka penghormatan terakhir. Ia mencatat bahwa peti mati ditutup bendera PBB karena kewarganegaraan jasad tersebut belum diketahui.

Mattis menambahkan AS pada akhirnya tertarik untuk membuat kesepakatan untuk mengirim tim ke Korut guna melanjutkan pencarian. Meski begitu, pensiunan Jenderal Marinir itu menggambarkan keputusan Korut untuk memulangkan jasad tentara sebagai sebuah langkah maju.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
22 menit yang lalu
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
1 jam yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
5 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
6 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
7 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
8 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved