Besok, Korut Akan Serahkan Jasad Tentara AS

Kamis, 26 Juli 2018 - 13:35 WIB
Besok, Korut Akan Serahkan...
Besok, Korut Akan Serahkan Jasad Tentara AS
A A A
SEOUL - Korea Utara (Korut) akan menyerahkan jasad sejumlah prajurit Amerika Serikat (AS) yang tewas dalam Perang Korea pada hari Jumat esok. Sebelumnya, Korut telah menerima sekitar 100 peti mati yang dikirim oleh AS.

Pemulangan jasad tentara AS yang tewas dalam Perang Korea 1950-53 adalah salah satu kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan puncak penting antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura pada 12 Juni.

Pasukan AS Korea mengatakan akhir bulan lalu mereka telah memindahkan 100 peti mati kayu ke dalam zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea untuk menerima dan mengangkut jenazah.

Kantor berita Korea Selatan (Korsel) Yonhap, mengutip sumber diplomatik yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Korut telah menerima peti mati yang dibawa oleh dua truk. Pyongyang diperkirakan akan memindahkan jasad tentara AS pada Jumat esok.

Penyerahan direncanakan akan bertepatan dengan ulang tahun ke-65 perjanjian gencatan senjata 1953 yang mengakhiri pertempuran selama tiga tahun tersebut seperti dilansir dari Reuters, Kamis (26/7/2018).

"Sebuah pesawat angkut milik militer AS diatur untuk terbang ke lapangan terbang di kota Wonsan, timur laut Korea Utara, untuk menerima jasadnya," lapor Yonhap. Mereka kemudian akan diterbangkan ke Hawaii setelah analisis DNA awal di pangkalan udara Osan di Korea Selatan (Korsel).

CNN, mengutip seorang pejabat AS, melaporkan awal pekan ini bahwa Washington mengharapkan menerima 55 set awal tetap dan berencana untuk mengirim pejabat ke Korut untuk membuka dan memotret setiap peti mati sebagai bagian dari tinjauan sepintas penyerahan yang dilakukan oleh Korut.

Spesialis forensik AS di Osan akan melakukan penilaian yang lebih mendalam terhadap jasad dan seragam militer, tanda pengenal atau dokumentasi, suatu proses yang bisa memakan waktu hingga lima hari, diikuti dengan upacara militer formal di lapangan terbang. "Jasad-jasad itu kemudian akan diterbangkan ke laboratorium militer AS di Hawaii untuk analisis DNA," CNN melaporkan.

Presiden Korsel, Moon Jae-in, mengatakan dalam pertemuan dengan Duta Besar AS Harry Harris pada hari Rabu bahwa penyerahan jasad tentara AS akan meningkatkan momentum untuk pembicaraan nuklir antara Pyongyang dan Washington.

Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump setuju untuk bekerja sama menuju denuklirisasi saat bertemu di Singapua. Namun belum ada tanda-tanda konkret dari kesepakatan tentang bagaimana mencapai tujuan itu.

"Harris mengatakan penyerahan, serta penutupan tempat pengujian mesin rudal oleh Korut, akan menjadi tanda penting untuk menunjukkan kesungguhan Kim Jong-un tentang denuklirisasi," kata kantor presiden Korsel.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Trump Bertemu Presiden...
Trump Bertemu Presiden Korsel tapi Justru Memuji Kim Jong-un Berulang Kali
Kim Yo-jong: Amerika...
Kim Yo-jong: Amerika Serikat dan Korea Selatan Latihan Perang Nuklir
Eks Sekjen PBB: De Facto,...
Eks Sekjen PBB: De Facto, Trump Beri Korut Status Negara Nuklir
Korsel Berharap Trump...
Korsel Berharap Trump dan Jong-un Kembali Bertemu Sebelum Pilpres AS
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
43 menit yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
1 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
2 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
2 jam yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved