Gelombang Panas di Jepang Pecahkan Rekor, 44 Tewas

Selasa, 24 Juli 2018 - 11:42 WIB
Gelombang Panas di Jepang...
Gelombang Panas di Jepang Pecahkan Rekor, 44 Tewas
A A A
TOKYO - Gelombang panas mematikan terus berlanjut di Jepang. Terbaru, gelombang panas di Negeri Sakura itu mencatat rekor tertinggi, mencapai 41,1 derajat Celcius di Kumagaya, Jepang, pada awal pekan ini.

Temperatur yang tinggi telah menewaskan sedikitnya 44 orang sejak 9 Juli. Menurut kantor berita Kyodo News, pada hari Sabtu, sebelas orang meninggal saat suhu melampaui 35 derajat Celcius pada pukul 11 pagi di 57 lokasi di Jepang. Hampir semua korban adalah orang tua.

Sementara Badan Meteorologi Jepang melaporkan wilayah Kumagaya, pada awal pekan ini, mencapai suhu tertinggi yang pernah tercatat di negara itu dan hampir 12 derajat lebih panas dari suhu rata-rata selama tahun.

Badan ini memprediksi suhu tinggi hingga di atas 35 derajat akan terjadi antara pukul 5 pagi dan 5 sore waktu setempat. Itu berlaku untuk wilayah Tokai, dan sebagian besar pulau Honshu, Shikoku dan Kyushu. Sedangkan Di Kumagaya, suhu tinggi diprediksi akan bertahan sepanjang minggu.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan potensi penyakit yang dipicu gelombang panas lebih tinggi dari biasanya. Mereka pun menghimbau warga Jepang untuk mengambil tindakan yang tepat, termasuk tetap terhidrasi, menghindari matahari dan menggunakan pendingin ruangan.

Presiden dan Pendiri AccuWeather Joel Myers mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan sudah ratusan dan memprediksi akan terus meningkat.

"Total korban manusia sebenarnya mungkin tidak pernah diketahui karena laporan fatalitas terkait panas secara historis kurang karena tidak semua kematian dikaitkan dengan panas dan beberapa diantaranya adalah hasil dari mempercepat masalah kesehatan yang serius dan kematian muncul beberapa minggu kemudian," kata Myers seperti dikutip dari US News, Selasa (24/7/2018).

Myers juga memperingatkan bahwa orang tua dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, seperti asma dan kondisi jantung cenderung menghadapi kesehatan yang menurun karena eksaserbasi kondisi mereka karena cuaca. Selain itu, Myers mengatakan bahwa tempat-tempat di Jepang yang biasanya tidak rentan terhadap panas cenderung memiliki pendingin udara, jadi ada lebih sedikit tempat bagi orang-orang untuk mundur untuk beristirahat dari gelombang panas terik.

Sebuah survei pemerintah dari tahun lalu melaporkan bahwa hanya 42 persen sekolah dasar dan menengah umum di Jepang memiliki pendingin ruangan dan banyak bangunan apartemen tidak memiliki AC sentral.
(ian)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
8 menit yang lalu
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
34 menit yang lalu
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
1 jam yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
2 jam yang lalu
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
3 jam yang lalu
Infografis
4 Tentara AS Tewas saat...
4 Tentara AS Tewas saat Latihan Tempur di Dekat Sekutu Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved