Rusia kepada AS: Bebaskan Wanita Tersangka Mata-mata Moskow
Sabtu, 21 Juli 2018 - 22:44 WIB
Rusia kepada AS: Bebaskan Wanita Tersangka Mata-mata Moskow
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan kepada rekannya dari Amerika Serikat (AS) untuk membebaskan wanita yang ditangkap atas tuduhan agen Kremlin. Menurutnya, tuduhan yang dialamatkan kepada wanita itu adalah palsu.
"Sergei Lavrov menyatakan hal itu lewat panggilan telepon kepada Menteri Luar Negeri dari AS Mike Pompeo dengan tujuan untuk meningkatkan hubungan bilateral," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan seperti disitir dari Reuters, Sabtu (21/7/2018).
Pada hari Rabu, hakim AS memerintahkan Butina dipenjara sampai persidangannya digelar setelah jaksa AS berpendapat ia memiliki hubungan dengan intelijen Rusia dan dapat melarikan diri dari Amerika Serikat.
Butina dituduh bekerja dengan seorang pejabat Rusia berkekuatan tinggi dan dua warga AS yang tidak dikenal, berusaha menyusup ke organisasi hak-hak pro-senjata di Amerika Serikat dan mempengaruhi kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Rusia.
Lavrov mengatakan tindakan pihak berwenang Amerika, yang menangkap Butina atas dasar tuduhan palsu, tidak dapat diterima dan menyerukan pembebasannya sesegera mungkin.
Lavrov dan Pompeo juga membahas cara-cara untuk meningkatkan hubungan bilateral atas dasar setara dan saling menguntungkan setelah para pemimpin kedua negara, Vladimir Putin dan Donald Trump, bertemu di Helsinki pada Senin lalu.
Mereka juga membicarakan kemungkinan upaya bersama yang ditujukan untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Suriah serta tantangan denuklirisasi Korea.
"Sergei Lavrov menyatakan hal itu lewat panggilan telepon kepada Menteri Luar Negeri dari AS Mike Pompeo dengan tujuan untuk meningkatkan hubungan bilateral," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan seperti disitir dari Reuters, Sabtu (21/7/2018).
Pada hari Rabu, hakim AS memerintahkan Butina dipenjara sampai persidangannya digelar setelah jaksa AS berpendapat ia memiliki hubungan dengan intelijen Rusia dan dapat melarikan diri dari Amerika Serikat.
Butina dituduh bekerja dengan seorang pejabat Rusia berkekuatan tinggi dan dua warga AS yang tidak dikenal, berusaha menyusup ke organisasi hak-hak pro-senjata di Amerika Serikat dan mempengaruhi kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Rusia.
Lavrov mengatakan tindakan pihak berwenang Amerika, yang menangkap Butina atas dasar tuduhan palsu, tidak dapat diterima dan menyerukan pembebasannya sesegera mungkin.
Lavrov dan Pompeo juga membahas cara-cara untuk meningkatkan hubungan bilateral atas dasar setara dan saling menguntungkan setelah para pemimpin kedua negara, Vladimir Putin dan Donald Trump, bertemu di Helsinki pada Senin lalu.
Mereka juga membicarakan kemungkinan upaya bersama yang ditujukan untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Suriah serta tantangan denuklirisasi Korea.
(ian)